Selamat datang di Indonesia, Liverpool FC

Akhirnya LFC benar-benar datang ke Indonesia!

Senang dan gembira. Mungkin itu adalah perasaan yang sedang melanda semua penggemar LFC yang ada di tanah air, perasaan yang sama dengan saya setelah mendengar kabar kepastian LFC jadi datang ke Indonesia. Pengumuman berita baik ini disampaikan melalui akun resmi klub via twitter @OfficialLFC_ID pada hari kamis 25 April 2013 tepat pukul 13.00 WIB. Di akun tersebut tertulis bahwa “Ini pesan benar! LFC akan datang ke Indonesia. Beritahu semua teman dan pendukung LFC di Indonesia. Kami akan datang tanggal 20 Juli 2013”

We'll be coming indonesiaWe’ll be coming Indonesia!

Banyak orang berkata, “Menjadi Fans LFC siap-siap senam jantung. Karena LFC sedang dalam kondisi naik-turun dan sering memberi kejutan yang tak terduga”. Benar saja, disaat kita sedang kecewa dengan performa LFC yang tidak stabil pada akhir-akhir ini dan ditambah dengan larangan tampil bagi Luis Suarez selama 10 pertandingan akibat terlibat kasus gigit lengan Ivanovic. Tiba-tiba kita mendapat kabar yang bisa membuat perasaan kita menjadi bersemangat dan naik lagi. Kabar bahwa LFC akan mengunjungi Indonesia dan bertandinga melawan TIMNAS pada 20 Juli 2013 mendatang 🙂

Bulan Juli 2013 nampaknya akan jadi bulan yang penuh kesan bagi saya. Bagaimana tidak? Sebelum ditambah dengan catatan harapan “Menonton LFC di SUGBK tanggal 20 Juli”, catatan saya sudah berisi dengan tulisan “Semoga bisa seminar atau sidang akhir pada bulan Juli 2013” sebagai mahasiswa tingkat akhir, saya memang berharap dapat menyelesaikan kuliah dengan sidang akhir di Bulan tersebut. Ditambah catatan yang sudah saya buat sejak bulan Maret saat saya berulang tahun ke-21 “Bulan Juli 2013 akan menjadi member Bigreds Indonesia”. Ya! Semoga bulan Juli 2013 benar-benar menjadi bulan yang penuh kesan bagi saya.

Video Steven Gerrard dan Brendan Rodgers “sampai bertemu di Indonesia”

Saya hanya bisa berharap semoga di bulan Juli 2013 nanti semua pemain LFC dalam kondisi terbaiknya sehingga bisa dibawa saat bertandang ke Indonesia, TIMNAS Indonesia memainkan para pemain terbaiknya sehingga laga ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi mereka dan yang terpenting adalah semoga tidak ada kejadian-kejadian ‘aneh’ mendekati waktu pelaksanan pertandingan. AMIN

Info lebih lengkap : LFCTour2013

Info pembelian tiket : My Ticket Indonesia atau How to Buy Ticket

Earth Hour Indonesia 2012 : Ini Aksiku! Mana Aksimu?

Tahun ini, Earth Hour Indonesia diselenggarakan untuk yang keempat kali. Aksi mematikan lampu secara sukarela selama satu jam akan dilaksanakan pada Sabtu, 31 Maret 2012 pukul 20.30-21.30 waktu setempat. Dengan perkembangan yang sedemikian pesat dari segi wilayah, partisipasi, dan pengakuan masyarakat dunia, Earth Hour tidak hanya menjadi kampanye simbolis lagi, namun telah menjadi sebuah gerakan perubahan.

Ini Aksiku! Mana Aksimu?
Komunitas pendukung Earth Hour selalu mengajak dengan memberi contoh. Oleh karena itu, tema Earth Hour Indonesia selalu berubah per tahun mengikuti prinsip “naik kelas” dari tahun sebelumnya dan mencari relevansi yang dekat dengan isu lokal.

“Pilih bumi selamat atau bumi sekarat?” kami pergunakan sebagai tema di tahun 2009, dilanjutkan dengan “Ubah dunia dalam 1 jam” di tahun 2010 untuk membuat mata publik Indonesia paham bahwa dukungan individu pun dapat berkontribusi pada perubahan dunia. Dengan perubahan tema menjadi “Setelah 1 jam jadikan gaya hidup” dan logo “60+” pada tahun 2011, diharapkan semangat Earth Hour dapat dilakukan tidak hanya setahun sekali dalam 1 hari dan 1 jam, namun bisa dilakukan setiap saat dalam kehidupan sehari-hari oleh siapapun dan dimanapun.

Manfaat dan Hasil Nyata Earth Hour


Saya mencoba untuk memberikan gambaran kegiatan yang diadakan setiap setahun sekali ini dalam waktu 1 jam mematikan listrik bersama-sama. Banyak yang beranggapan bahwa kegiatan ini, hanya kegiatan yang semakin besar, tanpa ada manfaat siknifikan. Keikutsertaan negara-negara terhadap kegiatan ini hanya bertujuan untuk ikut berpartisipasi semata. Tapi, saya mencoba untuk memberikan gambaran manfaat dari segi penghematan yang kita lakukan selama satu jam dalam setahun ini.
Jumlah pengematan listrik sebesar 661,54 MW tersebut bisa tercapai jika 10% saja penduduk Jabar yang terlayani listrik turut berpartisipasi mematikan listrik atau peralatan listrik selama satu jam pada momen Earth Hour,” kata Setiawan dalam sosialisasi Earth Hour di Kantor BPLHD Jabar, Jalan Naripan Kota Bandung. Pengurangan konsumsi listrik sebesar 661,5 MW itu setara dengan mengurangi emisi CO2 sebesar 589 ton atau menghemat biaya Rp 476 juta dan menyediakan oksigen bagi 1.178 orang dan bayangkan apabila kegiatan earth hour ini dijadikan pola hidup dan kebiasaan. Berawal dari satu jam dan jadikan kebiasaan! 😀

Kampanye menyambut Earth Hour 2012


Terima kasih Bapak Alfred Riedl

Lama juga udah ga posting di blog ini 🙂

Sudah dari pagi sebenarnya pingin menulisnya, tapi selalu gagal karena bolak-balik ke kasur pegang buku (besok uts). Tapi pusing juga lama-lama memendam perasaan jengkel ini. Mungkin sudah banyak yang dengar berita bahwa beberapa hari setelah Ketum PSSI yang baru menjabat, dia mengeluarkan keputusan yang bisa dibilang sangat heboh, aneh, atau mungkin kata yang tepat TIDAK DAPAT DIMENGERTI.

Beliau mengambil keputusan untuk mencopot pelatih TIMNAS SENIOR yang berhasil membawa Indonesia bermain di partai final Piala AFF. Mengapa saya bilang keputusan tersebut TIDAK DAPAT DIMENGERTI? Belum hilang dari ingatan saya di Piala AFF kemarin, sekumpulan anak muda pilihan Alfred Riedl berhasil membuat kita semua tersenyum, lompat-lompat, bahkan dengan lantang dan tidak kenal lelah menyanyikan lagu Garuda Didadaku. (saat ini saya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala) saya ingat Piala AFF kemarin saya sempat terjatuh dari motor bersama teman saya beberapa jam setelah membeli tiket pertandingan Indonesia melawan Filiphina. Baru kali ini saya sangat bersemangat menonton TIMNAS saat berlaga di GBK secara langsung, tidak hanya sekali saya menonton TIMNAS secara langsung bahkan dua kali dengan partai final. Saya tahu, antrian di GBK pasti sangat panjang, saya tahu perjalanan saya dari Bogor menuju GBK tidak dapat dikatakan dekat, saya tahu bahwa TIMNAS bisa saja kalah, saya pun tahu bisa saja saya mengalami kecelakan karena mengantuk disaat pulang menuju Bogor di malam hari. Tapi semua pikiran itu saya buang jauh-jauh demi melihat pertandingan TIMNAS yang diasuh oleh Bapak Alfred Riedl. Semangat mereka bertanding, aliran bola yang diberikan Firman, tarian indah dari Okto, Irfan dan Ridwan, berlari menyisir sayap yang dilakukan oleh Nasuha dan Zulkifli, dinginnya Gonzales. Semua itu membuat saya bersemangat dan tak kenal lelah untuk mendukung mereka.

Baru hari Minggu kemarin sebenarnya saya tersenyum dan yakin bahwa TIMNAS akan bisa berbicara melawan Turmenistan di pertandingan pra piala dunia nanti. Ya..saya melihat nama Boaz diantara nama-nama yang dibawa Bapak Alfred Riedl, itu membuat saya semakin bersemangat menebak gaya permainan apa yang akan dilakukan oleh TIMNAS setelah Boaz masuk. Tapi tiba-tiba beberapa hari setelah pengumuman itu, kabar mengejutkan datang, Bapak Alfred Riedl dicopot dari jabatannya sebagai pelatih TIMNAS. Saya benar-benar terkejut dan tidak habis pikir. Ini terlalu mendadak dan terlalu dekat dengan pertandingan melawan Turmenistan di kandang mereka. Media cetak, elektonik hingga radio mengabarkan berita ini, semua menerka-nerka apa yang dipikirkan oleh Ketum PSSI kita yang baru. Jika memang permasalahannya ada di administrasi, mengapa tidak menunggu setelah TIMNAS menjalani dua laga melawan Turmenistan lalu secara baik-baik memecatnya dan jika memang Bapak Alfred Riedl melatih dengan baik, PSSI yang baru bisa mengontraknya lagi dengan kontak yang lebih jelas. Mengganti pelatih bukan sebuah kebijakan yang bisa diambil begitu saja. Butuh waktu lagi bagi para pemain untuk beradaptasi dengan gaya permainan yang diinginkan oleh pelatih baru, butuh waktu lagi bagi pelatih untuk mengetahui kemampuan tiap anggota timnya. Ini bukan seperti memecat pembantu dan dengan mudah menemukan pembantu yang baru. Ini seperti kehilangan seorang pacar dan membutuhkan waktu untuk menemukan seseorang yang bisa menggantikannya, butuh pendekatan, memahami satu sama lain hingga akhirnya cocok dan bisa berjalan bersama-sama.

Tapi ya apalah saya ini.

Saya hanya berharap pelatih TIMNAS yang baru dapat bekerja dengan maksimal dan semoga tidak ada tekanan bagi dia untuk mengembangkan permainan sesuai harapannya.

Terima kasih Bapak Alfred Riedl telah memberikan senyuman bagi kami selama menanganani TIMNAS. Terima kasih atas pelajaran tentang semangat pantang menyerah yang sangat baik bagi seluruh pemain TIMNAS, bahwa bermain diluar kandang boleh saja kita kalah, tapi tidak untuk di kandang. Mungkin saya akan merindukan sapaan dan lambaian tangan yang selalu Bapak berikan kepada suporter Indonesia disaat mengecek lapangan sebelum laga dimulai. Mungkin saya akan merindukan saat-saat dimana saya menertawakan Bapak, disaat semua offisial, suporter dan pemain merayakan gol tapi Bapak hanya diam terpaku bahkan terkadang tetap serius di pinggir lapangan.

Terima kasih Bapak Alfred Riedl, semoga anda tetap sukses dimanapun anda bekerja nantinya.