Ullen Sentalu Museum, Yogyakarta

Jawa74Pintu Masuk Menuju Ullen Sentalu

Mempelajari kebudayaan dan seni jawa dalam sehari.

Mungkin hal pertama yang selalu menjadi tujuan wisata Anda saat berkunjung ke Yogyakarta adalah wisata budaya, seni dan kuliner. Tempat-tempat seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Malioboro selalu menjadi tujuan utama wisata para wisatawan. Tapi sekarang saya coba merekomendasikan satu tempat yang sangat layak untuk dikunjungi, Ullen Sentalu Museum.

Bulan Oktober 2013 kemarin saya menyempatkan diri untuk mampir ke Museum ini. Terletak di Jalan Boyong, kawasan wisata Kaliurang, sekitar 25 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta, Museum Ullen Sentalu menyajikan wisata pengetahuan tentang seni dan budaya Jawa dengan cara yang berbeda. Museum Ullen Sentalu didirikan oleh pihak swasta (salah satu warga Yogyakarta) dengan dukungan penuh dari pihak Kraton Yogyakarta. Tujuan dibangunnya museum ini tidak lain adalah untuk menceritakan dan memberikan wawasan kepada pengunjung mengenai sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta (sejarah Kraton Yogyakarta dan Solo).

Saat pertama kali memasuki daerah museum, anda sudah bisa merasakan keindahan dan keasrian tempat ini. Bagaimana tidak? Museum Ullen Sentalu yang terletak di Kawasan Kaliurang menawarkan keindahan pemandangan di kiri dan kanannya, hawa yang sejuk (seperti Kawasan Puncak di Jawa Barat) dan pepohonan yang rindang.

Jawa49
Jawa51Loket Pembelian Tiket dan Tiket Masuk

Setelah puas menikmati keindahan pepohonan rindang didepan museum, Anda bisa langsung menuju loket pembelian tiket. Anda cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 30.000 (Harga tiket per Oktober 2013), tiket ini sudah termasuk jasa pemandu yang sigap menyuplai beragam informasi. Hal ini dibutuhkan, mengingat ruangan demi ruangan yang ada di dalam museum terhubung oleh gang yang berliku (tidak berlebihan jika disebut Labirin ditengah Hutan) dan jika Anda masuk sendirian, kemungkinan besar Anda akan bingung.

Saya akan mencoba menceritakan sedikit tentang sejarah Kraton Yogyakarta di Museum ini sesuai dengan arahan informasi pemandu wisata. Maaf jika ada kekurangan, karena di Museum ini anda tidak diperbolehkan menggunakan kamera untuk merekam, memfoto dan tidak diperkenakan pula menyentuh barang-barang di Museum ini (karena kebanyakan barang di Museum ini sudah sangat tua dan merupakan harta kraton yang sangat sakral).

Jawa72Larangan-larangan di Ullen Sentalu

Museum Ullen Sentalu dibagi menjadi Tiga Area.

Begitu masuk, Anda akan merasakan nuansa yang jauh berbeda dari ruangan pertama. Jalannya sangat sempit seperti berjalan didalam goa, hanya cukup dua orang dan terdapat banyak cabang (berbentuk labirin). Pemandu akan mengantar Anda ke Ruangan pertama, yaitu Ruang Seni dan Gamelan. Di ruangan luas ini terdapat seperangkat gamelan dan beberapa lukisan Tarian Daerah dan kesenian lain yang merupakan hadiah dari Kesultanan Yogyakarta.

Dari sini, sebuah lorong akan menghubungkan Anda dengan lorong lainnya yaitu Goa Sela Giri. Ini adalah sebuah ruang pameran yang dibangun di bawah tanah berupa lorong panjang. Material batu yang mendominasi lorong ini langsung diambil dari Gunung Merapi. Dengan pencahayaan yang remang-remang, lorong ini memancarkan nuansa mistis yang kental. Kesannya? Mistis! titik.

Di sisi kanan-kirinya, berjejer lukisan dan foto para tokoh dari 4 keraton Kerajaan Mataram. Masing-masing lukisan dan foto punya cerita sendiri, salah satunya adalah lukisan 3 dimensi. Mata wanita di lukisan ini akan mengikuti langkah Anda ke mana pun Anda melangkah!

Keluar dari Goa Sela Giri, Anda akan berjalan lagi di gang luar ruangan menuju ke Ruang Syair. Di sini terdapat kumpulan syair yang ditulis untuk Tineke, putri Sunan Surakarta yaitu Pakubuwono XI. Pada waktu itu, Tineke sedang mengalami jatuh cinta pada seorang pangeran dari kerajaan lain. Syair-syair itu ditulis dari tahun 1939-1947 itu ditulis oleh para kerabat dan teman-teman Tineke untuk menggambarkan kecintaan putri itu terhadap sang pangeran.

Ruangan selanjutnya adalah Ruangan Ratu Mas. Ruangan ini khusus dipersembahkan untuk Ratu Mas, permaisuri Sunan Pakubuwono X. Terdapat lukisan Ratu Mas, foto-foto bersama Sunan dan putrinya, serta berbagai pernak-pernik kelengkapan beliau seperti kain batik dan aksesori.

Setelah itu, Anda akan dibawa mengarungi kebudayaan batik di Ruang Batik Vorstendlanden dan Ruang Batik Pesisiran. Di ruangan yang pertama, terdapat koleksi batik dari era Sultan Hamengkubuwono VII hingga Sultan Hamengkubuwono VIII. Di ruang batik yang kedua, terdapat koleksi kebaya yang dikenakan kaum peranakan mulai tahun 1870-an. Jika anda hobi mengenakan batik atau tertarik dengan sejarah batik, maka ruangan ini akan membuat anda terpukau. Saya sangat terpukau dengan penjelasan pemandu wisata, sangat banyak jenis batik dan arti tiap motifnya yang tidak saya ketahui.

Perjalanan berkeliling museum belum selesai. Anda akan dibawa menuju Ruang Putri Dambaan, sebuah ruangan yang khusus dibuat untuk putri tunggal Mangkunegara VII yaitu Siti Nurul Kusumawardhani. Sesuai namanya, beliau memang adalah putri dambaan banyak pria. Kecantikannya tersohor lintas kerajaan. Bahkan menurut penjelasan pemandu wisata, presiden pertama R.I Bapak Ir. Soekarno pernah jatuh hati dengan Putri Dambaan namun sayang Putri Dambaan menolak sang presiden pertama kita. Di ruangan ini terdapat dokumentasi foto semasa dirinya kecil, hingga sekarang berusia 91 tahun dan tinggal di Bandung, Jawa Barat.

Sebelum masuk ke ruangan terakhir, Anda akan melewati Koridor Retja Landa. Ini adalah museum luar ruangan yang memamerkan arca dewa-dewi Hindu dan Buddha dari abad ke-8 masehi.

Sasana Sekar Bawana adalah ruangan terakhir. Di sini terdapat beberapa lukisan raja-raja Mataram. Anda bisa beristirahat dan mencerna segala informasi yang diberikan pemandu dari awal. Sementara itu, pemandu akan menyuguhkan sebuah minuman spesial yaitu Ratu Mas. Minuman dengan resep rahasia dari 7 bahan alami ini dipercaya bisa memberi kesehatan dan awet muda*
*(Rangkuman cerita diatas adalah sebagian hasil ingatan saya ditambah dengan reverensi dari website resmi museum dan Detik Travel)

Buddha statue inside the stupa
lobby_museum_1
20110430_US1Beberapa Foto Nuansa dan Keadaan didalam Museum (*dari Blogger lain yang sudah berkunjung ke Ullen Sentalu)

Museum Ullen Sentalu menumbuhkan kecintaan terhadap budaya dalam negeri, khususnya budaya Jawa dengan cara yang berbeda. Historis, Mistis tapi dibungkus dalam kemasan Museum yang Cantik dan perawatan yang sangat baik. Dan menurut saya, ini adalah Museum terbaik yang pernah saya datangi di Indonesia dan wajib Anda kunjungi ketika sedang berada di Yogyakarta 🙂

Ullen Sentalu
www.ullensentalu.com
Jl Boyong Kaliurang, Sleman Yogyakarta
(Tel. +62 274 895161)

Advertisements

Touring Motor Kebumen-Yogyakarta

Minggu keempat selama penelitian

Akhirnya ada kesempatan juga buat ngebawa Si Semok (motor gw) jalan-jalan untuk pertama kali keluar dari Jawa Barat. Setelah beberapa kali pernah dibawa touring (berasa anak motor)  Jakarta-Puncak, Jakarta-Bandung dan Bogor-Bandung. Kali ini Si Semok bakal gw ajakin buat nyobain jalanan Kebumen-Yogyakarta yang kata orang, jalanan di Jalur Selatan Jawa lumayan bahaya pas musim mudik buat pengendara motor.

Gw dapet liburan dadakan ditengah penelitan setelah diundang Kakak Sepupu buat dateng acara tujuh bulanan anaknya. Berhubung beberapa hari yang lalu gw sempet ga dapet izin dari orang tua buat naikkin Si Semok pas pulang ke Jakarta dari Kebumen minggu depan, jadi perjalanan ke Jogja ini sebagai ajang balas dendam, haha. Singkat cerita berangkat lah gw dengan modal Si Semok dan tas dipunggung tanpa tau arah dan kondisi jalan kayak apa yang bakal gw temuin nanti 🙂

Perjalanan

Sebelum berangkat dari rumah mbah di Kebumen, gw dapet pesan dari Om buat ga ngelewat jalur alternatif baru yang ada disepanjang pesisir pantai selatan. Katanya walaupun jalurnya lebih cepat tapi jalanannya jelek plus rawan kejahatan. Jadi gw milih buat lewat jalur biasa yang sering dipakai sama bus AKAP.

wpid-IMG_20130421_204023.jpg

Perjalanan dari Kebumen ke Jogja lewat jalur biasa itu sebenarnya cepet. Cuma jadi lama karena berhubung gw buta jalan dan patokannya cuma sama arah Jogja dan Magelang (Arah Magelang karena disaranin om, katanya lebih dekat ke Sleman-rumah kakak sepupu gw).

wpid-2013-04-23-15.40.22.jpgRute Jalan yang akhirnya gw ambil selama dari Kebumen ke Sleman, Jogjakarta

Tapi ternyata ga nyesel lah lewat jalur ini, malahan jalur ini ngasih pemandangan yang indah di kiri-kanannya, yang belum tentu gw dapet kalo lewat jalur biasa (palingan kalo lewat jalur biasa pemandangannya cuma knalpot bus sama rumah makan dipinggir jalan). Walaupun lewat jalur gw kayak foto diatas lebih boros waktu (hampir satu jam sendiri). Tapi tenang, semua waktu kita yang terbuang terbayar dengan jalan menantang yang nanjak-turun ditambah belokan curam. Dan yang terpenting pas kita kelelahan, jalur ini ngasih tempat paling nyaman buat istirahat dan tinggal dipilih mau istirahat dimana. Didepan Candi Borobudur atau Candi Mendut? Yap, karena jalur ini ngelewatin kedua candi yang terkenal indah itu 🙂

wpid-IMG_20130421_145506.jpgIstirahat didepan Candi Mendut

Sugeng Rawuh Ing Ngayogyakarta Hadiningrat!

Setelah perjalanan selama hampir tiga jam, dari Kebumen pukul 09.15 tiba juga dengan selamat di Sleman Jogjakarta pukul 12.10. Dilayar iklan diatas Jalan Raya Sleman, gw disambut sama Gubernur Yogyakarta, Bapak Sri Sultan Hamengkubuwono IX dengan tulisan Sugeng Rawuh ing Ngayogyakarta Hadiningrat. “Siap, makasih pak!” senyum kemenangan, akhirnya berhasil ke Jogja sama Si Semok 🙂

Malioboro, Benteng Vredeburg hingga Oseng-oseng Mercon

Minggu Pagi di Tugu Lawet

Tugu (walet) Lawet adalah Landmark atau icon dari Kota Kebumen di Jawa Tengah. Letaknya yang berada ditengah-tengah kota dan dekat dengan alun-alun membuat tugu ini mudah dijumpai jika kita sedang berjalan-jalan mengitari Kebumen.

IMG_20130408_231255Minggu Pagi yang cerah dan sepi disekitar Tugu Lawet Kebumen

Setiap Hari Minggu sewaktu gw penelitian di Kebumen (Vacation Research) selama satu bulan, selalu gw usahain buat bangun pagi (walau susahnya bukan main buat bangun pagi,haha) dan main ke alun-alun kota. Kenapa? Karena sekarang di Kebumen sudah seperti kota-kota besar lain yang ada di Indonesia, pemerintah kota mengadakan Car Free Day dan Minggu Pagi Sehat untuk warganya disekitaran alun-alun kota. Dan hampir setiap minggu pagi itu pula gw selalu ngelewatin ‘sesosok’ tugu yang gagah berdiri ditengah jalan pusat kota. Tugu Lawet, orang Kebumen biasa menyebutnya.

Yang gw suka dari Tugu yang satu ini, Tugu ini tidak seperti tugu-tugu dikota lain yang dibuat megah atau terkesan mewah. Tugu Lawet cukup sederhana tapi punya arti, keindahan dan semangat bagi setiap orang yang melihatnya. Dari sudut pandangan gw, Tugu Lawet dibuat untuk memberitahu kepada para tamu atau penduduk kebumen itu sendiri. Untuk bangga, menjadi pemberani dan tetap menjaga semangat seperti ‘orang-orang’ yang ada di Tugu tersebut. Seperti diketahui bahwa Kebumen memiliki daerah pantai maupun laut yang luas didaerah pesisir selatan. Didekat pantai dan laut ini sering ditemui Goa-goa tempat Burung Walet berada dan sudah sejak dulu pria-pria atau masyarakat Kebumen sering mengambil Sarang Burung Walet dari dalam Goa-goa ditepi laut tersebut. Dengan ketinggian goa, tingkat kecuraman dan bahaya yang tinggi, mereka ‘para pengambil sarang burung walet’ dari Kebumen secara berani mencoba mngambil sarang burung walet yang lantas akan mereka jual. Itulah yang membuat Kebumen terkenal sebagai salah satu daerah asal sarang burung walet alami.

Dari sudut pandang inilah gw sering mengagumi Tugu (walet) Lawet milik Kebumen. Berani dan penuh semangat.

Ekspedisi Gunung Gede

IMG_0098

Pengalaman Pertama Naik Gunung – Salah satu cita-cita yg pingin gw rasain sebelum umur nginjek 30 tahun. Udah dari awal masuk kuliah sebenernya gw pingin naik tapi belum pernah ada kesempatan. Sampe suatu hari diajakin sama anak-anak jurusan (tepatnya adik tingkat) buat ikutan ngerasain enaknya naik ke Gunung Gede. Total ada 15 orang yang ikut ke Gede, 2 perempuan 13 laki-laki, 6 orang diantaranya adalah anak mahasiswa pecinta alam yang emang sengaja diajak buat nunjukin jalan dan sharing pengalaman mereka ke kita (takut-takut pas dijalan ada apa-apa)

Pertama kali yang harus diurus sebelum kita naik ke Gede adalah perizinan dari petugas lapang. Kita diwajibin buat bayar uang masuk sebesar Rp 7.000 dan data lengkap tentang anggota keseluruhan tim. Semua perizinan dan tranportasi diurus sama adik tingkat gw, gw cuma disuruh buat patungan Rp 25.000 udah termasuk tranport dan makan selama di Gunung nanti. Akhirnya, hari yang kita tunggu dateng juga, kita sengaja nentuin waktu sore buat naik agar pas sampe di Puncak Gunung Gede tepat saat matahari terbit.

Perjalanan ke Atas

Pukul 22.00 wib, waktu yang ditunjukin jam tangan. Akhirnya setelah semua persyaratan dan perizinan lengkap kita bisa naik juga. Setengah jam pertama badan gw belum ngerasain apa-apa, tapi pas udah mau jam 23.00 wib tiba-tiba gw ngerasa lemes banget. Kelompok harus bolak-balik berhenti nungguin gw buat istirahat, lanjut jalan lagi dan berhenti lagi. Setelah sampe di Pos Dua sekitar jam 00.30 wib akhirnya gw ketemu sama kelompok satu yang tadi naik duluan, di pos itu ternyata kita mutusin buat istirahat tidur dan bikin tenda, karena banyak dari kita yang udah kecapean.

100_8255100_8254Pos tempat istirahat malam

Pukul 08.00 wib, Hari Kedua : abis sarapan dan ngerapihin tenda, kita lanjut jalan lagi ke Surya Kencana sebelum akhirnya sampai di Puncak Gede. Gw kira dengan berangkat pagi badan ini bisa lebih bersahabat dan semakin macho. Tapi ternyata setelah satu jam nanjak, gw malah nemuin track yang lebih berat dari semalem. Akhirnya gw mutusin buat ditinggal dibelakang sendirian karena ga enak selalu ditungguin yang lain. Sekitar 2 jam gw nanjak sendirian dan tiba-tiba ada seseorang yang menunggu kehadiran gw~ hahaa (Backsound : finally, we meet again). Ryan ternyata nungguin, katanya dia takut gw bakal gelinding kebawah kalo nanjak sendirian. Dan setelah nanjak sampe jam 14.00 wib akhirnya kita sampe di Hamparan Edelweiss, Surya Kencana~

Hamparan Surya Kencana

100_1270 100_1279Selamat Datang di Hamparan Surya Kencana

Tempat ini emang ga ada duanya, walau belum sampe puncak tapi ada perasaan puas tersendiri saat kita sampe disini. Padang sabana yang luas, mata air yang jernih dan dikelilingin bunga Edelweiss dimana-mana. Surya Kencana adalah tempat favorit buat semua pendaki saat berada di Gunung Gede untuk membuat tenda kemah, istirahat dan bermalam. Rencana kami sebenarnya adalah istirahat sebentar membuat tenda lalu lanjut ke puncak. Tapi kayaknya alam kurang sependapat, tiba-tiba hujan turun dan angin kencang disekitar Surya Kencana. Kata petugas kita harus ditenda dulu dan dilarang ke puncak sampe kondisi normal lagi. Badai di Surya Kencana saat itu ternyata ga sebentar, tapi sampe malam. Akhirnya rencana kita harus diubah yang tadinya cuma 2 hari 1 malam di Gunung Gede tapi jadi 3 hari 2 malam.

IMG_0054 100_1302 100_1290Tenda tempat bermalam di Surya Kencana

Pengalaman bermalam di tenda kemah juga ga bisa dilupain, kita bakal ngelupain jarak umur, status dikampus dan semuanya. Ditengah badai di Surya Kencana, makan masakan sederhana berasa enak banget, kita jadi ngerasa lebih dekat satu sama lain walau beberapa dari kita baru pertama kali ketemu.

100_1299 100_1272 100_1301Tim Pendakian Gunung Gede (Agribisnis IPB 46 dan 47)

Tips buat yang baru pertama kali naik gunung (berdasarkan pengalaman pertama gw naik gunung)
1. Jangan begadang sehari sebelum naik! (kalo ga mau napas kempot plus mata jadi berat pas lagi nanjak)
2. Usahain buat joging atau olahraga lari-lari santai minimal seminggu sebelum lu naik (wajib banget buat orang yang jarang atau ga pernah olahraga kayak gw,haha)
3. Ngajak orang yang udah pengalaman buat ikut naik itu disaranin banget, karena kita ga pernah tau apa yang bakal kita temuin atau terjadi di atas sana
4. Ada orang yang bilang nanjak itu lebih berat daripada pas turun, kalo menurut gw turun yang lebih bahaya. Karena kadang kita kelewat sotoy dan ngeremehin, kita gas pol pas turun sambil loncat dan lari-larian. Dan tiba-tiba kaki kita protes : bisa keram, terkilir sampe salah napak (ini pengalaman gw pas turun, kaki gw terkilir gara-gara loncat-loncatan, alhasil malah ngerepotin tim gw sendiri)

Dokumentasi dan semua foto-foto hasil jepretan dari Ryan Hadiwijaya http://ryanhadiwijayaa.wordpress.com/

Keliling Museum Bogor

Wisata Museum Bogor!! Udah lama gw pingin ngelilingin museum yang ada di Bogor tapi ga pernah kesampean. Museum di Bogor sebenernya ada banyak, dari referensi yang gw baca di mbah google. Kira-kira ada 10-15 museum yang tersebar di Bogor-Puncak-Sentul. Sampe ada satu hari dimana gw kebetulan lagi ngumpul dan makan bareng sama Ryan, Uti, Dudu di Lele Bakar Bogor. 

IMG_4078Kita kepikiran gimana kalo besok ngeluangin waktu buat jalan bareng seharian, kayaknya kita berempat butuh refreshing dari rutinitas bikin proposal penelitian (Tingkat Akhir IPB). Dan berhubung kepingin, gw ajakin mereka buat keliling museum yang ada di Bogor.

[Sambil begadang, gw bikin list museum yang bakal kita datengin plus alamat sama arah jalannya. Total ada tujuh museum yang masuk targaet buat wisata museum besok]

Kita berempat janjian dirumah dudu jam8 pagi buat START. Tapi emang bener itu pepatah, Manusia bisa berencana tapi Tuhan yang menentukan semuanya~ hahaha. Dari bangun yang kesiangan sampe hujan yang ga berenti. Akhirnya kita baru ngumpul jam10 dirumah dudu. Berhubung udah siang, FIX lah kita cuma nargetin 3 museum buat hari ini, Museum Perjuangan, Museum Zoologi di Kebun Raya sama Museum Botanical apa gitu lupa namanya 🙂

Museum Perjuangan

2Maksud hati kita minta difotoin si Bapak, tapi…hahaa

Pas pertama masuk ke Museum ini, pastiin jangan lupa bayar tiket masuk ya! (Karena gw lupa dan baru inget pas mau balik,haha). Tiket buat keliling Museum cuma Rp 2.000, murah kan? Tapi menurut gw isi Museum Perjuangan ini mulai dari benda-bendanya, cerita ditiap sudut ruangan sampe suasananya ga bisa diitung nilainya pake rupiah. Museum ini bercerita tentang perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Bogor saat melawan penjajah. Walau ukuran museum ini terbilang ga begitu besar, tapi dibangunan dua lantai ini sudah cukup punya fasilitias buat pengunjung. Mulai dari Toilet, Pamflet Sejarah, Souvenir sampe Tempat Shalat.

6 7 8

Didalam museum ini terdapat banyak benda koleksi perjuangan masyarakat Bogor. Mulai dari bermacam senapan yang digunakan para pejuang saat merebut kemerdekaan, hasil rampasan dari Jepang dan Inggris, mata uang serta  dilengkapi dengan diorama yang menggambarkan pertempuran di daerah Bogor dan sekitarnya. Selain itu, museum ini juga memiliki koleksi pakaian para pejuang. Gw ngerasa kalo pembangunan museum ini dimaksud agar kita bisa mewariskan semangat dan jiwa juang serta nilai–nilai 1945.

info lebih lengkap Dinas Pariwisata dan Buadaya Bogor : Museum Perjuangan

abis puas ngelilingin museum perjuangan, kita langsung berangkat ke museum botanical didepan Kebun Raya Bogor, tapi ternyata pas hari itu museum tutup. Jadi kita langsung nerusin masuk ke Kebun Raya Bogor.

Museum Zoologi

Museum Zoologi terletak didalam Kebun Raya Bogor. Untuk menikmati semua fasilitas didalam museum ini, kita ga ditarik biaya tiket masuk lagi, karena museum zoologi udah termasuk kedalam fasilitas KRB dengan Biaya tiket Rp 10.000.

Musuem zoologi merupakan sebuah museum yang dibangun untuk memperlihatkan dan menamba pengetahuan bagi para pengunjungnya khususnya di dunia flora dan fauna yang ada di Indonesia. Di museum yang cukup luas ini, kita dimanjain sama berpuluh diorama disetiap sudut museum. Diorama-diorama ini berisi fauna buatan maupun yang diawetkan dari seluruh penjuru Indonesia. Selain itu, didepan diorama tersebut terdapat penjelasan singkat juga berupa sejarah dan karakterisitik ‘Si hewan’ didalamnya.

5 3 4

Dari sepenglihatan gw sih, museum ini cocok banget buat suami-istri baru yang punya anak kecil buat dateng kesini. Kita bisa kasih liat ke anak kita tentang banyaknya fauna dan flora yang ada di Indonesia plus berkeliling ditengah rimbunnya taman kota yang teduh dan luas di KRB.

info lebih lengkap tentang Museum Zoologi. Musuem Indonesia : Museum Zoologi

1

‘Sepedaan’ di Ecopark Ancol

9ae372d7f3ef36c417e52196aa9362cc

Liburan bersama keluarga kali ini sedikit berbeda dari biasanya, kali ini kami pingin cari tempat yang bisa untuk kumpul, santai tapi tempatnya outdoor. Berhubung beberapa waktu sebelumnya sempet liat iklan Ecopark yang ada di kawasan Ancol, kami tertarik untuk main disana. Singkat cerita pas sampai di Ecopark, ternyata diluar dugaan. Tempatnya pas banget buat ngisi akhir pekan bareng keluarga, kawasan tamannya luas banget seluas 33,6 Ha.

Ecopark sendiri sebenarnya dibangun untuk jadi pusat paru-paru baru di kawasan Ancol. Di dalamnya ada ribuan tanaman hijau dan langka, danau, dan beberapa kanal pemeliharaan hewan, seperti rusa, simpanse, angsa, dan domba. Ada empat kawasan di sini, yaitu Eco Energy, Eco Care, Eco Nature, dan Eco Art. Untuk masuk ke Ecopark, kita tidak perlu membayar tiket lagi. Jadi cukup bayar tiket saat masuk Ancol saja (Rp.15.000 perorang).

IMG_3547 IMG_3546Danau dan Cruise (30.000/orang) sedangkan memberi pakan ikan (5.000/bungkus pakan) di Ecopark Ancol

Menghabiskan waktu bersama di kawasan Ecopark juga bisa berbagai cara, tapi saya dan keluarga memilih untuk menikmati udara segar di taman ini sambil bersepeda bersama-sama. Untuk menikmati waktu bersama keluarga, saya sarankan datang pada pagi atau sore menjelang matahari turun, karena diwaktu-waktu ini kondisi Jakarta sedang tidak panas-panasnya. Tapi diperhatikan juga waktu berangkatnya, karena seperti teman-teman tau sendiri kondisi jalanan Jakarta akhir pekan seperti apa. Jadi untuk bermain sepeda, berolahraga atau sekedar duduk santai di Ecopark Ancol ini terasa nyaman.

IMG_3533Sumber listrik ditiap saung tempat istirahat

Untuk kalian yang ingin membawa peralatan elektronik seperti handphone dan laptop juga tidak perlu khawatir sumber listrik, karena ditiap saung tempat bersantai pengelola kawasan telah menyediakannya dan tanpa dipungut biaya,hehe.


IMG_3563
IMG_3561 IMG_3549 IMG_3553IMG_3537Ayo berolahraga dan menikmati teduhnya taman kota! #BakarLemak

Dan abis capek sepedaan dan keliling Ecopark, paling enak jajan dan duduk dipinggir pantai ancol sambil nunggu matahari tenggelam bareng keluarga.

IMG_3571Santai di Pantai Ancol abis sepedaan #SunsetTime

Pemandu Wisata Dadakan

Pengalaman ini saya dapat dua tahun lalu, tepatnya saat saya masih tinggal di asrama. Ada empat orang teman yang mengajak saya untuk menemani mereka berwisata di Jakarta. Satu dari Riau, satu dari Jawa Timur dan dua lainnya dari Jawa Tengah.  Saya diminta menjadi ‘pemandu wisata’ selama satu hari PENUH. Beberapa tempat wisata yang menjadi tujuan mereka adalah Masjid Istiqlal, Monumen Nasional dan Gelanggang Samudera Ancol. Tapi ada satu syarat tambahan yang mereka berikan kepada saya, mereka tidak mau menggunakan mobil pribadi atau sewaan. Harus naik Transjakarta! (Yup, mereka ingin menikmati wisata menggunakan bus ciri khas ibukota yang belum pernah mereka naiki sebelumnya, haha)

(peta wisata yang berjudul 'Sehari bersama pemandu wisata profesional')

(peta wisata yang berjudul ‘Sehari bersama pemandu wisata profesional‘)

Bermodalkan tempat wisata tujuan mereka, peta dadakan, uang secukupnya dan segepok kesoktahuan saya, berangkatlah kami berlima dari rumah saya menuju terminal busway cililitan untuk ‘menikmati’ sesosok besi besar berjalan bernama Transjakarta (tujuan wisata pertama yang aneh! haha).

Suasana didalam Bus Transjakarta

Suasana didalam Bus Transjakarta

“Harga tiket bus transjakarta sebesar Rp 3.500, keunggulan dari bus ini adalah satu tiket dapat digunakan untuk sekali naik dan tidak mem- perhitungkan jarak dekat atau jauh, selama anda tetap di bus dan tidak keluar dari halte-halte yang disediakan”

Dari raut wajah dan komentarnya, mereka terlihat senang menikmati perjalanan pertama menggunakan bus Transjakarta (Tanda silang untuk Tujuan wisata pertama : Transjakarta! #Yeah). Tidak lama kami berada didalam bus, karena waktu itu kami memilih hari kerja jadi jalanan di Jakarta cukup lengang. Setelah berjalan cukup jauh dari halte busway tempat kami turun, akhirnya kami tiba di tujuan wisata yang kedua.

Masjid Istiqlal! Didalam masjid, kami menghabiskan waktu untuk beristirahat, menikmati cemilan yang kami bawa sambil melihat kondisi masjid. Saya melihat ekspresi mereka yang sedang mengagumi kemegahan dan keindahan masjid istiqlal. Sesekali mereka mencuri kesempatan untuk masuk kedalam rombongan turis dari luar negeri yang sedang berkunjung dan mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh pemandu wisata yang asli dan profesional, haha.

tujuan wisata kedua : Mesjid Istiqlal, done!

Tujuan Wisata Kedua : Mesjid Istiqlal

“Pembangunan Masjid Istiqlal diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Soekarno. Merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara dan  terletak di pusat ibukota Jakarta serta dapat menampung 200.000 orang jamaah”

Suasana didalam Masjid Istiqlal

Suasana didalam Masjid Istiqlal

Setelah cukup puas menikmati keindahan Masjid Istiqlal, kami bersiap untuk melanjutkan perjalanan, karena selanjutnya Monas telah menunggu kedatangan kami (daftar wisata hari ini saya buka, Tanda silang untuk Tujuan Wisata kedua : Masjid Istiqlal! #Yeah).

Monumen Nasional! Siapa yang tidak tahu dengan Monumen Nasional atau Monas? Ikon ibukota bahkan negara Indonesia ini pasti menjadi tujuan utama wisata bagi mereka yang tinggal diluar atau baru pertama kali datang di Jakarta.

Wisata Ketiga : Monumen Nasional

Wisata Ketiga : Monumen Nasional

“Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki), didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia merebut kemerdekaan. Monumen dan museum dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 – 15.00 WIB”

Kali ini saya mengajak teman-teman untuk menikmati panorama Kota Jakarta dan taman disekitar monas dari tempat tertingginya, yakni puncak monas. Untuk menikmati panorama Kota Jakarta dari atas monas, kita harus membeli tiket di loket antrian yang telah tersedia dan berada di bagian bawah Monas. Harga satu tiketnya adalah Rp 2500 untuk masuk kedalam museum dan Rp 7500 untuk bisa sampai di tugu atau puncak monas. Kami bergantian melihat panorama sekitar monas melalui teropong yang disediakan. Walau sudah cukup lelah mereka tetap bersemangat dan terlihat senang dengan wisata monas kali ini (Saya mengambil buku catatan wisata dari dalam tas, Satu Lagi Tanda silang untuk Tujuan Wisata ketiga : Monumen Nasional! #Yeah)

Panorama Jakarta dari Atas Monas

Panorama Jakarta dari Atas Monas

Saat meninggalkan kawasan monas hari sudah siang dan matahari di Jakarta pasti sedang galak-galaknya. Tapi kami tetap melanjutkan perjalanan menuju utara Jakarta, menuju tujuan wisata yang terakhir untuk makan siang dan bersenang-senang disana. Saat sudah mulai mengantuk di bus, tiba-tiba sampailah kami di kawasan wisata yang kami tunggu-tunggu.

Gelanggang Samudra Ancol! Di kawasan wisata utara Jakarta sebenarnya memiliki banyak pilihan wisata, namun mereka lebih memilih gelanggang samudra dibandingkan dengan Pantai Ancol, Dunia Fantasi, Sea World hingga Ecopark. Alasannya karena mereka ingin menikmati sausana santai, istirahat makan siang dan melihat pertunjukan atraksi hewan-hewan yang menghibur di tempat wisata ini.

Tujuan Terakhir : Gelanggang Samudra

Tujuan Terakhir : Gelanggang Samudra

“Gelanggang Samudra merupakan edutainment theme park bernuansa konservasi alam yang memberikan pengalaman kepada pengunjung untuk mengenal lebih dekat dan menyayangi aneka satwa”

Untuk yang menyenangi dan suka melihat tingkah lucu hewan, ada baiknya jika menikmati wisata Gelanggang Samudra Ancol di Jakarta Utara ini, karena sesuai dengan tujuan awal didirikannya taman wisata ini, semua hiburan baik berupa pertunjukan, barang oleh-oleh hingga badutnya bernuansa hewan. Fasilitas dan hiburan yang terdapat di Gelanggang Samudra juga bermacam-macam. Saat saya dan teman-teman berkunjung kesana, kami memilih untuk menikmati wahana 4D yang memutarkan film seru berdurasi sekitar 15 menit dan menikmati pertunjukan hewan-hewan pintar yang menghibur, diantaranya pertunjukan lumba-lumba, kera, kuda nil, dan lain-lain.

Beberapa Pertunjukan Hewan di Gelanggang Samudra

Beberapa Pertunjukan Hewan di Gelanggang Samudra

Kami menikmati wisata di Gelanggang Samudra hingga hari menjelang sore dan matahari sudah tidak segalak saat kami datang. Setelah semua kompak untuk pulang dan kembali kerumah, saya melihat keempat teman saya yang sekarang sudah terlihat sangat lelah, haha (Akhirnya di buku catatan saya hanya wisata terakhir yang belum disilang, dan Tanda silang untuk Tujuan Wisata Terakhir Hari ini : Gelanggang Samudra! Finish!)

Terima kasih untuk kecerian dan pengalaman baru hari ini, hari yang melelahkan namun sangat menyenangkan. Masih banyak wisata di Jakarta yang belum saya datangi. Namun untuk hari ini, ‘berpetualang’ dan berwisata bersama  teman sudah lebih dari cukup untuk melupakan aktivitas kuliah dan refresh sejenak dari kegiatan menguras otak lainnya. ENJOY JAKARTA, WAKTUNYA LUPA WAKTU 🙂

Berbagi Keceriaan :)

Berbagi Keceriaan 🙂

Agricafe Taman Kencana

Agricafe merupakan sebuah tempat makan dan bersantai didaerah Bogor yang berada satu atap dengan Agrifun (tempat edukasi pertanian bagi anak). Agricafe dan Agrifun berada di Agripark, taman atau kawasan wisata pertanian dengan mengangkat kuliner dan edukasi pertanian bagi anak yang dimiliki oleh Institut Pertanian Bogor namun dibuka untuk dinikmati oleh masyarakat umum.

Lokasi dari Agricafe atau Agripark ini sangat mudah dicari dan dikenali karena berada di kawasan kuliner yang selalu padat selama akhir pekan, yakni di Taman Kencana dekat dengan daerah Makaroni Panggang, Pie Apple maupun Sop Buah Pak Ewok yang terkenal didaerah Bogor. Tempat ini sangat cocok untuk anda yang ingin merasakan sensasi makan dan menikmati waktu bersama keluarga di tengah rimbun pohon dan hijaunya taman di kawasan bogor yang terkenal memiliki cuaca sejuk.

Sebagai salah satu mahasiswa IPB, beberapa waktu yang lalu saya mengajak keluarga untuk menikmati makanan sekaligus bersantai mengisi akhir pekan di Agricafe. Saat itu saya dan keluarga sampai di Agricafe pada sore hari yang membuat suasana lebih nyaman. Untuk lebih menikmati waktu makan anda bersama keluarga atau sahabat, saya sarankan untuk memilih tempat diluar cafe atau didekat taman karena suasana santai lebih terasa disini. Waktu itu saya memesan beberapa makanan yang ada di Agricafe dan cukup puas dengan pelayanan dan rasa makanannya. Namun, saya menganjurkan anda untuk mencoba es krim bakar, sup jamur maupun dimsum-nya. Karena rasa dari beberapa makanan ini sangat menyegarkan dan enak dilidah 🙂

Untuk mengisi waktu akhir pekan bersama keluarga di Agricafe tidak perlu khawatir menimbulkan lobang besar didompet anda. Karena harga makanan yang ditawarkan cukup bersahabat (berkisar dari Rp 8.000 hingga Rp 40.000) dan dapat diterima untuk ukuran mahasiswa, hehe