Pemandu Wisata Dadakan

Pengalaman ini saya dapat dua tahun lalu, tepatnya saat saya masih tinggal di asrama. Ada empat orang teman yang mengajak saya untuk menemani mereka berwisata di Jakarta. Satu dari Riau, satu dari Jawa Timur dan dua lainnya dari Jawa Tengah.  Saya diminta menjadi ‘pemandu wisata’ selama satu hari PENUH. Beberapa tempat wisata yang menjadi tujuan mereka adalah Masjid Istiqlal, Monumen Nasional dan Gelanggang Samudera Ancol. Tapi ada satu syarat tambahan yang mereka berikan kepada saya, mereka tidak mau menggunakan mobil pribadi atau sewaan. Harus naik Transjakarta! (Yup, mereka ingin menikmati wisata menggunakan bus ciri khas ibukota yang belum pernah mereka naiki sebelumnya, haha)

(peta wisata yang berjudul 'Sehari bersama pemandu wisata profesional')

(peta wisata yang berjudul ‘Sehari bersama pemandu wisata profesional‘)

Bermodalkan tempat wisata tujuan mereka, peta dadakan, uang secukupnya dan segepok kesoktahuan saya, berangkatlah kami berlima dari rumah saya menuju terminal busway cililitan untuk ‘menikmati’ sesosok besi besar berjalan bernama Transjakarta (tujuan wisata pertama yang aneh! haha).

Suasana didalam Bus Transjakarta

Suasana didalam Bus Transjakarta

“Harga tiket bus transjakarta sebesar Rp 3.500, keunggulan dari bus ini adalah satu tiket dapat digunakan untuk sekali naik dan tidak mem- perhitungkan jarak dekat atau jauh, selama anda tetap di bus dan tidak keluar dari halte-halte yang disediakan”

Dari raut wajah dan komentarnya, mereka terlihat senang menikmati perjalanan pertama menggunakan bus Transjakarta (Tanda silang untuk Tujuan wisata pertama : Transjakarta! #Yeah). Tidak lama kami berada didalam bus, karena waktu itu kami memilih hari kerja jadi jalanan di Jakarta cukup lengang. Setelah berjalan cukup jauh dari halte busway tempat kami turun, akhirnya kami tiba di tujuan wisata yang kedua.

Masjid Istiqlal! Didalam masjid, kami menghabiskan waktu untuk beristirahat, menikmati cemilan yang kami bawa sambil melihat kondisi masjid. Saya melihat ekspresi mereka yang sedang mengagumi kemegahan dan keindahan masjid istiqlal. Sesekali mereka mencuri kesempatan untuk masuk kedalam rombongan turis dari luar negeri yang sedang berkunjung dan mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh pemandu wisata yang asli dan profesional, haha.

tujuan wisata kedua : Mesjid Istiqlal, done!

Tujuan Wisata Kedua : Mesjid Istiqlal

“Pembangunan Masjid Istiqlal diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Soekarno. Merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara dan  terletak di pusat ibukota Jakarta serta dapat menampung 200.000 orang jamaah”

Suasana didalam Masjid Istiqlal

Suasana didalam Masjid Istiqlal

Setelah cukup puas menikmati keindahan Masjid Istiqlal, kami bersiap untuk melanjutkan perjalanan, karena selanjutnya Monas telah menunggu kedatangan kami (daftar wisata hari ini saya buka, Tanda silang untuk Tujuan Wisata kedua : Masjid Istiqlal! #Yeah).

Monumen Nasional! Siapa yang tidak tahu dengan Monumen Nasional atau Monas? Ikon ibukota bahkan negara Indonesia ini pasti menjadi tujuan utama wisata bagi mereka yang tinggal diluar atau baru pertama kali datang di Jakarta.

Wisata Ketiga : Monumen Nasional

Wisata Ketiga : Monumen Nasional

“Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki), didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia merebut kemerdekaan. Monumen dan museum dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 – 15.00 WIB”

Kali ini saya mengajak teman-teman untuk menikmati panorama Kota Jakarta dan taman disekitar monas dari tempat tertingginya, yakni puncak monas. Untuk menikmati panorama Kota Jakarta dari atas monas, kita harus membeli tiket di loket antrian yang telah tersedia dan berada di bagian bawah Monas. Harga satu tiketnya adalah Rp 2500 untuk masuk kedalam museum dan Rp 7500 untuk bisa sampai di tugu atau puncak monas. Kami bergantian melihat panorama sekitar monas melalui teropong yang disediakan. Walau sudah cukup lelah mereka tetap bersemangat dan terlihat senang dengan wisata monas kali ini (Saya mengambil buku catatan wisata dari dalam tas, Satu Lagi Tanda silang untuk Tujuan Wisata ketiga : Monumen Nasional! #Yeah)

Panorama Jakarta dari Atas Monas

Panorama Jakarta dari Atas Monas

Saat meninggalkan kawasan monas hari sudah siang dan matahari di Jakarta pasti sedang galak-galaknya. Tapi kami tetap melanjutkan perjalanan menuju utara Jakarta, menuju tujuan wisata yang terakhir untuk makan siang dan bersenang-senang disana. Saat sudah mulai mengantuk di bus, tiba-tiba sampailah kami di kawasan wisata yang kami tunggu-tunggu.

Gelanggang Samudra Ancol! Di kawasan wisata utara Jakarta sebenarnya memiliki banyak pilihan wisata, namun mereka lebih memilih gelanggang samudra dibandingkan dengan Pantai Ancol, Dunia Fantasi, Sea World hingga Ecopark. Alasannya karena mereka ingin menikmati sausana santai, istirahat makan siang dan melihat pertunjukan atraksi hewan-hewan yang menghibur di tempat wisata ini.

Tujuan Terakhir : Gelanggang Samudra

Tujuan Terakhir : Gelanggang Samudra

“Gelanggang Samudra merupakan edutainment theme park bernuansa konservasi alam yang memberikan pengalaman kepada pengunjung untuk mengenal lebih dekat dan menyayangi aneka satwa”

Untuk yang menyenangi dan suka melihat tingkah lucu hewan, ada baiknya jika menikmati wisata Gelanggang Samudra Ancol di Jakarta Utara ini, karena sesuai dengan tujuan awal didirikannya taman wisata ini, semua hiburan baik berupa pertunjukan, barang oleh-oleh hingga badutnya bernuansa hewan. Fasilitas dan hiburan yang terdapat di Gelanggang Samudra juga bermacam-macam. Saat saya dan teman-teman berkunjung kesana, kami memilih untuk menikmati wahana 4D yang memutarkan film seru berdurasi sekitar 15 menit dan menikmati pertunjukan hewan-hewan pintar yang menghibur, diantaranya pertunjukan lumba-lumba, kera, kuda nil, dan lain-lain.

Beberapa Pertunjukan Hewan di Gelanggang Samudra

Beberapa Pertunjukan Hewan di Gelanggang Samudra

Kami menikmati wisata di Gelanggang Samudra hingga hari menjelang sore dan matahari sudah tidak segalak saat kami datang. Setelah semua kompak untuk pulang dan kembali kerumah, saya melihat keempat teman saya yang sekarang sudah terlihat sangat lelah, haha (Akhirnya di buku catatan saya hanya wisata terakhir yang belum disilang, dan Tanda silang untuk Tujuan Wisata Terakhir Hari ini : Gelanggang Samudra! Finish!)

Terima kasih untuk kecerian dan pengalaman baru hari ini, hari yang melelahkan namun sangat menyenangkan. Masih banyak wisata di Jakarta yang belum saya datangi. Namun untuk hari ini, ‘berpetualang’ dan berwisata bersama  teman sudah lebih dari cukup untuk melupakan aktivitas kuliah dan refresh sejenak dari kegiatan menguras otak lainnya. ENJOY JAKARTA, WAKTUNYA LUPA WAKTU🙂

Berbagi Keceriaan :)

Berbagi Keceriaan🙂

2 thoughts on “Pemandu Wisata Dadakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s