Jelajah Gizi : Tepung Ubi Jalar dari Kota Hujan

Kurang lebih sudah hampir empat tahun saya tinggal di Kota ‘Hujan’ Bogor, tinggal di kota orang lain, jauh dari orang tua dan kuliah ditempat yang dikelilingi desa serta hamparan sawah yang luas. Tapi hal ini justru menyenangkan karena bisa belajar dari lingkungan dan membawa saya kepada hobi baru, yakni menikmati keindahan alam dan melihat panganan lokal desa-desa disekitar kampus tempat saya menuntut ilmu.

Kebiasaan baru ini membawa saya bertemu dengan satu desa di belakang kampus IPB bernama Desa Cikarawang yang merupakan wilayah penghasil Ubi Jalar di daerah Bogor. Sumber Karbohidrat ini (ubi jalar) salah satu dari komoditi tradisional yang sangat mudah didapatkan disekitar kita. Sebuah Kelompok Tani di Desa Cikarawang tersebut melakukan pengolahan produk dari Ubi Jalar menjadi Tepung Ubi Jalar, dengan dijadikan tepung, ubi jalar bisa dibuat menjadi makanan yang lebih banyak macamnya. Hal ini dapat dikatakan unik karena belum banyak dikembangkan dan diketahui oleh banyak orang.

proses pengupasan ubi jalar sebelum dijadikan tepung

               Sering saya melihat kebiasaan para ibu rumah tangga yang hobi membuat kue-kue kering dan basah lalu diberikan untuk anaknya maupun acara-acara keluarga. Saya membayangkan bagaimana kalo makanan-makanan itu terbuat dari tepung yang bahan baku nya mudah ditemukan di negara ini khususnya ditempat saya tinggal saat ini, wilayah Jawa Barat. Bagaimana kalo kue-kue itu dibuat menggunakan bahan dasar tepung ubi jalar? Pasti menjadi makanan khas yang unik dan enak. Selain itu, kita bisa mengurangi jumlah impor bahan baku kue yang berasal dari luar negeri.

Lantas saya mencoba untuk membuat kue kering (cookies) dan brownies bersama teman. Rasanya enak dan punya tekstur yang berbeda dari kue yang dibuat dengan tepung terigu. Selain itu, dengan menggunakan tepung ubi jalar untuk membuat kue, kita bisa mengurangi pemakaian gula untuk menambah rasa manis karena ubi jalar memiliki rasa manis alami. Sudah hampir setahun lebih, banyak makanan olahan yang bisa dibuat dari  tepung ubi jalar oleh ibu-ibu Desa Cikarawang Bogor. Sebut saja kue bolu, brownies kukus, kue kering, nastar, dll. Bahkan pernah sekali waktu saat saya berkunjung dibuatkan pempek dari tepung ubi dan rasanya sangat enak. Jadi, dengan kreatifitas ibu-ibu dan keunikan rasa dari tepung ubi jalar, bukan tidak mungkin di masa yang akan datang kita akan melihat kue-kue dari tepung ubi jalar yang berasal dari Bogor ada di kios dan toko penjual kue di kota-kota besar.

ilustrasi : Kue kering dari tepung ubi jalar

tepung ubi jalar desa cikarawang

               Fakta sehat yang berkaitan dengan mengkonsumsi ubi jalar adalah ubi jalar memiliki lebih banyak serat, aman dikonsumsi penderita diabetes dan sangat cocok untuk dijadikan alternatif pangan diet. Berdasarkan fakta itu, diperoleh manfaat dari Ubi Jalar bagi tubuh yakni mengandung antioksidan poten yang mampu melawan kerusakan sel yang dapat mengakibatkan kanker serta berbagai penyakit lain. Selain itu, kandungan pada pada ubi jalar juga sanggup mencegah hipertensi, mengatur tekanan darah, mencegah anemia dan mengurangi resiko penyakit jantung. (RIMANEWS)

Kandungan Gizi yang terdapat pada Ubi Jalar antara lain Vitamin A, Vitamin C, Mangan, Serat, Potasium, Vitamin B6. Lebih jelas lagi kandungan yang terdapat pada setengah kilogram tepung ubi jalar adalah 80,53% Karbhohidrat, 14,22% Air, 3,32% Protein, 3,38 Serat dan 1,03 Gula.

                Bahan untuk membuatnya hanya ubi jalar dan air. Untuk membuat tepung ubi jalar, pada dasarnya smua ubi jalar bisa dijadikan tepung. Tapi yang paling bagus yang putih, dibanding yang kuning atau ungu. Dari semua jenis ubi jalar, ubi jalar putih adalah yang paling mudah untuk dibuat menjadi tepung, selain itu ubi jalar putih lebih mudah ditemukan karena jumlahnya yang banyak.

Caranya :

  • Ubi dikupas dan kemudian dicuci hingga bersih
  • Ubi jalar diparut halus, hingga membantuk seperti bubur.
  • Tambahkan air dengan perbandingan ubi jalar : air adalah 1:2.
  • Setelah itu, bubur disaring dengan menggunakan kain. Bubur ubi jalar diperas hingga sari patinya keluar, dan hanya tertinggal serat saripatinya di dalam kain.
  • Biarkan saripati itu mengendap. Kira-kira tunggu sampai 12 jam.
  • Cairan di atas endapan dibuang, kemudian endapan yang berupa pasta dijemur, bisa menggunakan tampah saat menjemurnya.
  • Hasilnya? Tepung ubi jalar yang bertekstur agak kasar. Apabila kita ingin lebih halus, bisa dihaluskan menggunakan mesin selep, ataupun blender.
  • Setelah menjadi tepung, tepung ubi jalar bisa disimpan dalam waktu yang lebih lama. Bisa digunakan untuk membuat kue muffin, yang bisa tahan selama seminggu, juga makanan asin seperti sosis solo, dan lain sebagainya.

Jadi, ayo kita lestarikan panganan lokal🙂
#Cintai pangan lokal, cintai petani Indonesia
#Jelazah Gizi, Nutrisi untuk Bangsa


Referensi tulisan
http://www.republika.co.id
http://www.rimanews.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s