“Tepung Ubi Jalar Hurip” si Alternatif pengganti Tepung Gandum

Kue Basah dan Kering yang biasa dibuat ibu-ibu rumah tangga

Konsumsi masyarakat Indonesia yang gemar memakan cemilan dan kue basah buatan sendiri menimbulkan banyak pertanyaan di benak saya, disatu sisi menandakan kecintaan masyarakat Indonesia akan makanan olahan negeri sendiri dan terus dilestarikan. Sebut saja kue-kue khas lebaran seperti nastar, putri salju, dan teman-temannya yg lain beserta jajanan yang sangat digemari sebagai pelengkap arisan dan pengajian ibu-ibu rumah tangga seperti risol, pastel dan kerabatnya. Namun disisi lain, tingginya produksi makanan olahan oleh ibu-ibu rumah tangga ini ikut meningkatkan konsumsi tepung gandum yang notabene-nya berasal dari bulir gandum (sumber : Aptindo Online).

Ladang Gandum di Washington dan Italia

Padahal Gandum sendiri tidak bisa ditanam/kualitasnya tidak bisa bagus di Negara Indonesia yang kaya akan sumber daya pertanian. Dapat dikatakan bahwa tingginya tingkat konsumsi masyarakat akan makanan olahan berbahan dasar tepung terigu dari gandum turut menyumbang tingkat impor gandum di Indonesia. Hal ini dapat dibuktikan dari temuan jumlah Impor Gandum tahun 2011 seperti pada artikel Berita Industri yang ditulis oleh Bapak Asnil : Impor Gandum semakin gemuk tahun ini, dari tahun 2010 sebanyak 4,8 juta ton menjadi 5,8 ton.

Lantas bagaimana seharusnya Kita (Saya sebagai penulis dan anda sebagai pembaca tulisan saya) merespon hal tersebut? Negara kita, Indonesia memiliki beberapa pilihan potensi pertanian yang dapat menjadi pengganti tepung terigu yang berasal dari Gandum. Diantaranya adalah Tepung yang berasal dari Ubi Jalar, kami dari Jurusan Agribisnis Institut Pertanian Bogor memiliki Mitra Desa di Daerah Cikarawang Bogor tepatnya bermitra dengan Kelompok Tani Hurip pimpinan Bapak Ahmad Bastari. Para kakak tingkat kami memulai usaha bersama kelompok tani ini dengan mengembangkan potensi Desa mereka (Desa Cikarawang), yakni Ubi Jalar. Tahun-tahun berikutnya kami bersama-sama masayarakat mencari produk turunan yang dapat dihasilkan dari Ubi Jalar, terciptalah Tepung Ubi Jalar.

Tahun 2010 Tepung Ubi Jalar yang bernama Tepung Ubi Jalar Hurip mendapat nomor P-IRT sehingga dapat dijual secara luas. Namun, kami masih terkendala dengan permasalahan pemasaran karena banyak orang yang belum yakin untuk membeli Tepung Ubi Jalar ini untuk dijadikan kue dan makanan olahan lainnya. Namun saya menjamin Tepung ini memiliki tekstur rasa yang tidak kalah dengan Tepung Terigu yang biasa kita temui dipasaran. Beberapa acara yang telah menggunakan tepung Ubi Jalar Hurip antara lain Upgrading Himpunan Profesi Mahasiswa Agribisnis IPB,ย Penjamuan Tim Penilai Kelompok Tani daerah Bogor Jawa Barat dan Acara Kekeluargaan Civitas Agribisnis IPB.ย Makanan olahan yang dibuat antara lain Risol, Kue Bolu, Brownies hingga Pempek yang dibuat oleh Kelompok Wanita Tani Melati POKTAN Hurip.

Tepung Ubi Jalar Hurip ini biasa dijual seharga Rp 10-12.000 / 0,5 Kg. Jika anda berminat bisa menghubungi HIPMA IPB via twitter @hipmaIPB. Dilihat dari harga memang cukup mahal dibandingkan Tepung Terigu pada umumnya, tapi hal tersebut disebabkan produksi kelompok tani Hurip yang masih minim. Kami percaya setiap perubahan, khususnya kearah yang lebih baik akan berjalan setahap demi setahap๐Ÿ™‚

Cintai produk dan hasil pertanian Indonesia๐Ÿ™‚
Kukuh Prakoso, mahasiswa Agribisnis IPB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s