Ullen Sentalu Museum, Yogyakarta

Jawa74Pintu Masuk Menuju Ullen Sentalu

Mempelajari kebudayaan dan seni jawa dalam sehari.

Mungkin hal pertama yang selalu menjadi tujuan wisata Anda saat berkunjung ke Yogyakarta adalah wisata budaya, seni dan kuliner. Tempat-tempat seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Malioboro selalu menjadi tujuan utama wisata para wisatawan. Tapi sekarang saya coba merekomendasikan satu tempat yang sangat layak untuk dikunjungi, Ullen Sentalu Museum.

Bulan Oktober 2013 kemarin saya menyempatkan diri untuk mampir ke Museum ini. Terletak di Jalan Boyong, kawasan wisata Kaliurang, sekitar 25 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta, Museum Ullen Sentalu menyajikan wisata pengetahuan tentang seni dan budaya Jawa dengan cara yang berbeda. Museum Ullen Sentalu didirikan oleh pihak swasta (salah satu warga Yogyakarta) dengan dukungan penuh dari pihak Kraton Yogyakarta. Tujuan dibangunnya museum ini tidak lain adalah untuk menceritakan dan memberikan wawasan kepada pengunjung mengenai sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta (sejarah Kraton Yogyakarta dan Solo).

Saat pertama kali memasuki daerah museum, anda sudah bisa merasakan keindahan dan keasrian tempat ini. Bagaimana tidak? Museum Ullen Sentalu yang terletak di Kawasan Kaliurang menawarkan keindahan pemandangan di kiri dan kanannya, hawa yang sejuk (seperti Kawasan Puncak di Jawa Barat) dan pepohonan yang rindang.

Jawa49
Jawa51Loket Pembelian Tiket dan Tiket Masuk

Setelah puas menikmati keindahan pepohonan rindang didepan museum, Anda bisa langsung menuju loket pembelian tiket. Anda cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 30.000 (Harga tiket per Oktober 2013), tiket ini sudah termasuk jasa pemandu yang sigap menyuplai beragam informasi. Hal ini dibutuhkan, mengingat ruangan demi ruangan yang ada di dalam museum terhubung oleh gang yang berliku (tidak berlebihan jika disebut Labirin ditengah Hutan) dan jika Anda masuk sendirian, kemungkinan besar Anda akan bingung.

Saya akan mencoba menceritakan sedikit tentang sejarah Kraton Yogyakarta di Museum ini sesuai dengan arahan informasi pemandu wisata. Maaf jika ada kekurangan, karena di Museum ini anda tidak diperbolehkan menggunakan kamera untuk merekam, memfoto dan tidak diperkenakan pula menyentuh barang-barang di Museum ini (karena kebanyakan barang di Museum ini sudah sangat tua dan merupakan harta kraton yang sangat sakral).

Jawa72Larangan-larangan di Ullen Sentalu

Museum Ullen Sentalu dibagi menjadi Tiga Area.

Begitu masuk, Anda akan merasakan nuansa yang jauh berbeda dari ruangan pertama. Jalannya sangat sempit seperti berjalan didalam goa, hanya cukup dua orang dan terdapat banyak cabang (berbentuk labirin). Pemandu akan mengantar Anda ke Ruangan pertama, yaitu Ruang Seni dan Gamelan. Di ruangan luas ini terdapat seperangkat gamelan dan beberapa lukisan Tarian Daerah dan kesenian lain yang merupakan hadiah dari Kesultanan Yogyakarta.

Dari sini, sebuah lorong akan menghubungkan Anda dengan lorong lainnya yaitu Goa Sela Giri. Ini adalah sebuah ruang pameran yang dibangun di bawah tanah berupa lorong panjang. Material batu yang mendominasi lorong ini langsung diambil dari Gunung Merapi. Dengan pencahayaan yang remang-remang, lorong ini memancarkan nuansa mistis yang kental. Kesannya? Mistis! titik.

Di sisi kanan-kirinya, berjejer lukisan dan foto para tokoh dari 4 keraton Kerajaan Mataram. Masing-masing lukisan dan foto punya cerita sendiri, salah satunya adalah lukisan 3 dimensi. Mata wanita di lukisan ini akan mengikuti langkah Anda ke mana pun Anda melangkah!

Keluar dari Goa Sela Giri, Anda akan berjalan lagi di gang luar ruangan menuju ke Ruang Syair. Di sini terdapat kumpulan syair yang ditulis untuk Tineke, putri Sunan Surakarta yaitu Pakubuwono XI. Pada waktu itu, Tineke sedang mengalami jatuh cinta pada seorang pangeran dari kerajaan lain. Syair-syair itu ditulis dari tahun 1939-1947 itu ditulis oleh para kerabat dan teman-teman Tineke untuk menggambarkan kecintaan putri itu terhadap sang pangeran.

Ruangan selanjutnya adalah Ruangan Ratu Mas. Ruangan ini khusus dipersembahkan untuk Ratu Mas, permaisuri Sunan Pakubuwono X. Terdapat lukisan Ratu Mas, foto-foto bersama Sunan dan putrinya, serta berbagai pernak-pernik kelengkapan beliau seperti kain batik dan aksesori.

Setelah itu, Anda akan dibawa mengarungi kebudayaan batik di Ruang Batik Vorstendlanden dan Ruang Batik Pesisiran. Di ruangan yang pertama, terdapat koleksi batik dari era Sultan Hamengkubuwono VII hingga Sultan Hamengkubuwono VIII. Di ruang batik yang kedua, terdapat koleksi kebaya yang dikenakan kaum peranakan mulai tahun 1870-an. Jika anda hobi mengenakan batik atau tertarik dengan sejarah batik, maka ruangan ini akan membuat anda terpukau. Saya sangat terpukau dengan penjelasan pemandu wisata, sangat banyak jenis batik dan arti tiap motifnya yang tidak saya ketahui.

Perjalanan berkeliling museum belum selesai. Anda akan dibawa menuju Ruang Putri Dambaan, sebuah ruangan yang khusus dibuat untuk putri tunggal Mangkunegara VII yaitu Siti Nurul Kusumawardhani. Sesuai namanya, beliau memang adalah putri dambaan banyak pria. Kecantikannya tersohor lintas kerajaan. Bahkan menurut penjelasan pemandu wisata, presiden pertama R.I Bapak Ir. Soekarno pernah jatuh hati dengan Putri Dambaan namun sayang Putri Dambaan menolak sang presiden pertama kita. Di ruangan ini terdapat dokumentasi foto semasa dirinya kecil, hingga sekarang berusia 91 tahun dan tinggal di Bandung, Jawa Barat.

Sebelum masuk ke ruangan terakhir, Anda akan melewati Koridor Retja Landa. Ini adalah museum luar ruangan yang memamerkan arca dewa-dewi Hindu dan Buddha dari abad ke-8 masehi.

Sasana Sekar Bawana adalah ruangan terakhir. Di sini terdapat beberapa lukisan raja-raja Mataram. Anda bisa beristirahat dan mencerna segala informasi yang diberikan pemandu dari awal. Sementara itu, pemandu akan menyuguhkan sebuah minuman spesial yaitu Ratu Mas. Minuman dengan resep rahasia dari 7 bahan alami ini dipercaya bisa memberi kesehatan dan awet muda*
*(Rangkuman cerita diatas adalah sebagian hasil ingatan saya ditambah dengan reverensi dari website resmi museum dan Detik Travel)

Buddha statue inside the stupa
lobby_museum_1
20110430_US1Beberapa Foto Nuansa dan Keadaan didalam Museum (*dari Blogger lain yang sudah berkunjung ke Ullen Sentalu)

Museum Ullen Sentalu menumbuhkan kecintaan terhadap budaya dalam negeri, khususnya budaya Jawa dengan cara yang berbeda. Historis, Mistis tapi dibungkus dalam kemasan Museum yang Cantik dan perawatan yang sangat baik. Dan menurut saya, ini adalah Museum terbaik yang pernah saya datangi di Indonesia dan wajib Anda kunjungi ketika sedang berada di Yogyakarta🙂

Ullen Sentalu
www.ullensentalu.com
Jl Boyong Kaliurang, Sleman Yogyakarta
(Tel. +62 274 895161)

Pidato Bung Tomo (Surabaya, 10 November 1945)

Naskah Teks Pidato Bung Tomo

Bismillahirrohmanirrohim,
MERDEKA!!!

Saudara-saudara, rakyat jelata, di seluruh Indonesia
terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya.
Kita semuanya telah mengetahui bahwa hari ini
tentara inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet
yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua.
Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan
menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara Jepang.
Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda bahwa kita menyerah kepada mereka.

Saudara-saudara,
didalam pertempuran-pertempuran yang lampau kita sekalian telah menunjukkan
bahwa rakyat Indonesia di Surabaya,
pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku,
pemuda-pemuda yang berawal dari Sulawesi,
pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali,
pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan,
pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera,
pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di surabaya ini
di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing
dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung
telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol,
telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana.

Hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu saudara-saudara
dengan mendatangkan presiden dan pemimpin-pemimpin lainnya ke Surabaya ini
maka kita ini tunduk untuk memberhentikan pentempuran
tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri
dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya.

Saudara-saudara kita semuanya,
kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini
akan menerima tantangan tentara Inggris itu
dan kalau pimpinan tentara inggris yang ada di Surabaya
ingin mendengarkan jawaban rakyat Indonesia,
ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini,
dengarkanlah ini tentara inggris.

Ini jawaban kita,
ini jawaban rakyat Surabaya,
ini jawaban pemuda Indoneisa kepada kau sekalian

Hai tentara Inggris!
Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu,
Kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu,
Kau menyuruh kita membawa senjata2 yang telah kita rampas dari tentara jepang untuk diserahkan kepadamu
tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan mengancam kita
untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada
tetapi inilah jawaban kita,
Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah
yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih,
maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapapun juga”

Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah! keadaan genting!
Tetapi saya peringatkan sekali lagi,
jangan mulai menembak,
baru kalau kita ditembak,
maka kita akan ganti menyerang mereka itu, kita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka.

Dan untuk kita saudara-saudara,
“Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka
semboyan kita tetap: merdeka atau mati!”

Dan kita yakin saudara-saudara
pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita.
Sebab Allah selalu berada di pihak yang benar,
percayalah saudara-saudara.
Tuhan akan melindungi kita sekalian.

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
MERDEKA!!!

Selamat datang di Indonesia, Liverpool FC

Akhirnya LFC benar-benar datang ke Indonesia!

Senang dan gembira. Mungkin itu adalah perasaan yang sedang melanda semua penggemar LFC yang ada di tanah air, perasaan yang sama dengan saya setelah mendengar kabar kepastian LFC jadi datang ke Indonesia. Pengumuman berita baik ini disampaikan melalui akun resmi klub via twitter @OfficialLFC_ID pada hari kamis 25 April 2013 tepat pukul 13.00 WIB. Di akun tersebut tertulis bahwa “Ini pesan benar! LFC akan datang ke Indonesia. Beritahu semua teman dan pendukung LFC di Indonesia. Kami akan datang tanggal 20 Juli 2013”

We'll be coming indonesiaWe’ll be coming Indonesia!

Banyak orang berkata, “Menjadi Fans LFC siap-siap senam jantung. Karena LFC sedang dalam kondisi naik-turun dan sering memberi kejutan yang tak terduga”. Benar saja, disaat kita sedang kecewa dengan performa LFC yang tidak stabil pada akhir-akhir ini dan ditambah dengan larangan tampil bagi Luis Suarez selama 10 pertandingan akibat terlibat kasus gigit lengan Ivanovic. Tiba-tiba kita mendapat kabar yang bisa membuat perasaan kita menjadi bersemangat dan naik lagi. Kabar bahwa LFC akan mengunjungi Indonesia dan bertandinga melawan TIMNAS pada 20 Juli 2013 mendatang🙂

Bulan Juli 2013 nampaknya akan jadi bulan yang penuh kesan bagi saya. Bagaimana tidak? Sebelum ditambah dengan catatan harapan “Menonton LFC di SUGBK tanggal 20 Juli”, catatan saya sudah berisi dengan tulisan “Semoga bisa seminar atau sidang akhir pada bulan Juli 2013” sebagai mahasiswa tingkat akhir, saya memang berharap dapat menyelesaikan kuliah dengan sidang akhir di Bulan tersebut. Ditambah catatan yang sudah saya buat sejak bulan Maret saat saya berulang tahun ke-21 “Bulan Juli 2013 akan menjadi member Bigreds Indonesia”. Ya! Semoga bulan Juli 2013 benar-benar menjadi bulan yang penuh kesan bagi saya.

Video Steven Gerrard dan Brendan Rodgers “sampai bertemu di Indonesia”

Saya hanya bisa berharap semoga di bulan Juli 2013 nanti semua pemain LFC dalam kondisi terbaiknya sehingga bisa dibawa saat bertandang ke Indonesia, TIMNAS Indonesia memainkan para pemain terbaiknya sehingga laga ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi mereka dan yang terpenting adalah semoga tidak ada kejadian-kejadian ‘aneh’ mendekati waktu pelaksanan pertandingan. AMIN

Info lebih lengkap : LFCTour2013

Info pembelian tiket : My Ticket Indonesia atau How to Buy Ticket

Touring Motor Kebumen-Yogyakarta

Minggu keempat selama penelitian

Akhirnya ada kesempatan juga buat ngebawa Si Semok (motor gw) jalan-jalan untuk pertama kali keluar dari Jawa Barat. Setelah beberapa kali pernah dibawa touring (berasa anak motor)  Jakarta-Puncak, Jakarta-Bandung dan Bogor-Bandung. Kali ini Si Semok bakal gw ajakin buat nyobain jalanan Kebumen-Yogyakarta yang kata orang, jalanan di Jalur Selatan Jawa lumayan bahaya pas musim mudik buat pengendara motor.

Gw dapet liburan dadakan ditengah penelitan setelah diundang Kakak Sepupu buat dateng acara tujuh bulanan anaknya. Berhubung beberapa hari yang lalu gw sempet ga dapet izin dari orang tua buat naikkin Si Semok pas pulang ke Jakarta dari Kebumen minggu depan, jadi perjalanan ke Jogja ini sebagai ajang balas dendam, haha. Singkat cerita berangkat lah gw dengan modal Si Semok dan tas dipunggung tanpa tau arah dan kondisi jalan kayak apa yang bakal gw temuin nanti🙂

Perjalanan

Sebelum berangkat dari rumah mbah di Kebumen, gw dapet pesan dari Om buat ga ngelewat jalur alternatif baru yang ada disepanjang pesisir pantai selatan. Katanya walaupun jalurnya lebih cepat tapi jalanannya jelek plus rawan kejahatan. Jadi gw milih buat lewat jalur biasa yang sering dipakai sama bus AKAP.

wpid-IMG_20130421_204023.jpg

Perjalanan dari Kebumen ke Jogja lewat jalur biasa itu sebenarnya cepet. Cuma jadi lama karena berhubung gw buta jalan dan patokannya cuma sama arah Jogja dan Magelang (Arah Magelang karena disaranin om, katanya lebih dekat ke Sleman-rumah kakak sepupu gw).

wpid-2013-04-23-15.40.22.jpgRute Jalan yang akhirnya gw ambil selama dari Kebumen ke Sleman, Jogjakarta

Tapi ternyata ga nyesel lah lewat jalur ini, malahan jalur ini ngasih pemandangan yang indah di kiri-kanannya, yang belum tentu gw dapet kalo lewat jalur biasa (palingan kalo lewat jalur biasa pemandangannya cuma knalpot bus sama rumah makan dipinggir jalan). Walaupun lewat jalur gw kayak foto diatas lebih boros waktu (hampir satu jam sendiri). Tapi tenang, semua waktu kita yang terbuang terbayar dengan jalan menantang yang nanjak-turun ditambah belokan curam. Dan yang terpenting pas kita kelelahan, jalur ini ngasih tempat paling nyaman buat istirahat dan tinggal dipilih mau istirahat dimana. Didepan Candi Borobudur atau Candi Mendut? Yap, karena jalur ini ngelewatin kedua candi yang terkenal indah itu 🙂

wpid-IMG_20130421_145506.jpgIstirahat didepan Candi Mendut

Sugeng Rawuh Ing Ngayogyakarta Hadiningrat!

Setelah perjalanan selama hampir tiga jam, dari Kebumen pukul 09.15 tiba juga dengan selamat di Sleman Jogjakarta pukul 12.10. Dilayar iklan diatas Jalan Raya Sleman, gw disambut sama Gubernur Yogyakarta, Bapak Sri Sultan Hamengkubuwono IX dengan tulisan Sugeng Rawuh ing Ngayogyakarta Hadiningrat. “Siap, makasih pak!” senyum kemenangan, akhirnya berhasil ke Jogja sama Si Semok🙂

Malioboro, Benteng Vredeburg hingga Oseng-oseng Mercon

Youth Day Out

Minggu ketiga selama penelitian di Kebumen

Setiap ngelewatin Tugu Lawet yang ada ditengah kota dari arah rumah mbah, ada satu baliho dipinggir jalan yang selalu menarik perhatian gw. Baliho bertuliskan “YOUTH DAY OUT! Harinya anak muda di Kebumen. Dari kita untuk kita”  Begitu kira-kira inti pesan dari balihonya.

Penasaran dengan YOUTH DAY OUT, gw sengaja stalking semua hal yang berkaitan sama acara ini. Mulai dari official account mereka di Twitter, Facebook sampe nyari info di mbah google. Ternyata acara selama tiga hari ini (tanggal 19-21 April 2013) punya agenda yang cukup padat buat para anak muda yang ada di Kebumen. Mulai dari Band Performance, BMX and Skateboard Performance, Distro Expo, Fashion Show, Campus Expo sampai PES 2013 Competition. Buat acara yang terakhir (PES 2013 Competition) gw sengaja ikut ambil bagian, itung-itung ngilangin stres🙂

Tapi ada satu hal yang gw suka dari acara ini, yaitu video coming soon YOUTH DAY OUT! di Youtube. Disitu bisa diliat ‘mereka’ yang ada dibalik layar sedang menyusun acara sampai alasan dan tujuan mereka ngadain acara ini. Suka banget sama semangat anak muda di Kebumen yang terlihat di video itu. “Sedikit bicara banyak bekerja. Lebih baik langsung bergerak memberi solusi daripada mengkritik tanpa henti” mungkin itu kalimat pas yang bisa menggambarkan semangat mereka.

Sebagai anak muda, mereka merasa kurang diberi tempat untuk berkreasi dan menyalurkan hobi. Merasa kegiatan di Kota Kebumen hanya itu-itu saja/monoton. Akhirnya mereka berkumpul secara mandiri dan merumuskan acara untuk mereka sendiri, anak muda yang ada di Kebumen. Hebatnya lagi, katanya acara seperti ini baru pertama kali diadakan. Selama ini belum pernah ada acara yang diadakan khusus untuk anak muda di Kebumen. Salut!

Sayang gw cuma bisa ikut acara YOUTH DAY OUT di hari pertama, karena besok udah harus pergi ke Jogjakarta. Tapi semoga acaranya lancar dan sukses. Salut buat semua panitia yang bekerja keras membuat acara ini. Semoga tahun depan acaranya ada lagi dan lebih ramai dari tahun ini🙂

Fase Hidup

Kadang kala, masa yang kita anggap paling suram dalam fase hidup ternyata adalah masa yang paling indah setelah kita berhasil ngelewatinnya.

Dulu sewaktu gw masih SMA, hal yang paling gw kangenin adalah masa-masa SD, dimana pilihan terpenting dalam hidup gw saat itu hanya sebatas antara beli ager-ager pakai bubuk cokelat atau main gundu didepan rumah.
Gw suka kangen masa SD disaat ketemu masa-masa sulit di SMA (Ujian Nasional, SNMPTN dan ujian-ujian lain)

Makin kesini, pas gw nginjek bangku kuliah. Gw suka kangen sama masa SMA kalo ngeliat anak SMA yang tiba-tiba lewat didepan gw. Hidupnya kayaknya bebas, belum serumit dan sesusah pas gw kuliah sekarang. Mukanya masih pada polos, ketawa lepas sambil masuk kedalam warnet. Pilihan mereka pas didalam warnet hanya sebatas akan main DOTA atau main CS untuk siang ini sampai sore nanti.
Gw suka kangen masa SMA disaat ketemu masa-masa sulit di Bangku Kuliah (UTS, UAS dan sekarang SKRIPSI)

Tapi kayaknya gw ga boleh terlalu lama ngeluh sama fase hidup gw yang sekarang, apalagi sampe iri sama fase hidup orang lain yang mungkin baru baru lahir, lagi di SD, di SMP maupun SMA. Lebih baik gw nikmatin semua proses dan kesulitan yang ada sekarang.

Karena nanti, pada saat gw ada di fase kehidupan yang selanjutnya. Fase hidup orang kantor dan ngejalanin rumah tangga. Mungkin hal yang akan gw kangenin adalah masa-masa seperti sekarang ini. Masa-masa kuliah tingkat akhir.

Masa-masa dimana gw harus bangun pagi, ke pabrik, pulang sore sampe akhirnya bisa istirahat dirumah mbah.
Masa-masa perjuangan bikin skripsi seperti sekarang ini. #FaseHidup

Minggu Pagi di Tugu Lawet

Tugu (walet) Lawet adalah Landmark atau icon dari Kota Kebumen di Jawa Tengah. Letaknya yang berada ditengah-tengah kota dan dekat dengan alun-alun membuat tugu ini mudah dijumpai jika kita sedang berjalan-jalan mengitari Kebumen.

IMG_20130408_231255Minggu Pagi yang cerah dan sepi disekitar Tugu Lawet Kebumen

Setiap Hari Minggu sewaktu gw penelitian di Kebumen (Vacation Research) selama satu bulan, selalu gw usahain buat bangun pagi (walau susahnya bukan main buat bangun pagi,haha) dan main ke alun-alun kota. Kenapa? Karena sekarang di Kebumen sudah seperti kota-kota besar lain yang ada di Indonesia, pemerintah kota mengadakan Car Free Day dan Minggu Pagi Sehat untuk warganya disekitaran alun-alun kota. Dan hampir setiap minggu pagi itu pula gw selalu ngelewatin ‘sesosok’ tugu yang gagah berdiri ditengah jalan pusat kota. Tugu Lawet, orang Kebumen biasa menyebutnya.

Yang gw suka dari Tugu yang satu ini, Tugu ini tidak seperti tugu-tugu dikota lain yang dibuat megah atau terkesan mewah. Tugu Lawet cukup sederhana tapi punya arti, keindahan dan semangat bagi setiap orang yang melihatnya. Dari sudut pandangan gw, Tugu Lawet dibuat untuk memberitahu kepada para tamu atau penduduk kebumen itu sendiri. Untuk bangga, menjadi pemberani dan tetap menjaga semangat seperti ‘orang-orang’ yang ada di Tugu tersebut. Seperti diketahui bahwa Kebumen memiliki daerah pantai maupun laut yang luas didaerah pesisir selatan. Didekat pantai dan laut ini sering ditemui Goa-goa tempat Burung Walet berada dan sudah sejak dulu pria-pria atau masyarakat Kebumen sering mengambil Sarang Burung Walet dari dalam Goa-goa ditepi laut tersebut. Dengan ketinggian goa, tingkat kecuraman dan bahaya yang tinggi, mereka ‘para pengambil sarang burung walet’ dari Kebumen secara berani mencoba mngambil sarang burung walet yang lantas akan mereka jual. Itulah yang membuat Kebumen terkenal sebagai salah satu daerah asal sarang burung walet alami.

Dari sudut pandang inilah gw sering mengagumi Tugu (walet) Lawet milik Kebumen. Berani dan penuh semangat.

Sang Penghibur

     Aku terbangun dengan kepala yang masih agak pusing akibat terlalu banyak minum tadi malam. Saat ini, jam dinding menunjukkan pukul 11.00 siang. Sebenarnya aku ingin melanjutkan tidur, namun perut ini terlalu lapar dan memaksaku pergi keluar untuk mencari makan. Aku mengambil handuk, baju ganti dan mulai berjalan menuju kamar mandi. Kunyalakan shower dalam keadaan sedang (walaupun tinggal dirumah susun, tapi kamar mandi disini dilengkapi dengan fasilitas shower) dan kubiarkan tetesan airnya terus menerus mengguyur kepala, leher belakang hingga bagian punggung. Dibawah shower inilah biasanya aku menghabiskan waktu terlama dikamar mandi, untuk memikirkan banyak hal tentang hidup ini. Rasa kangen dengan anak, perceraianku dengan istri dan bagaimana mudahnya aku tertipu oleh paras cantik seorang wanita yang berhasil membawa lari hartaku.

      Pukul 12.00 siang, aku sudah rapi dan bersiap keluar rumah untuk mencari makan. Tidak lupa aku juga membawa perlengkapan untuk pertunjukkan nanti malam. Dijalan menuju rumah makan, aku melihat orang-orang yang sedang tertawa dan terlihat bahagia menikmati hari-harinya. Aku hanya bisa terdiam. Seperti biasa, dirumah makan langgananku ini aku memilih tempat dipojok dekat dapur, dipojok ini aku bisa memisahkan diri dari ramainya pengunjung lain yang sedang memperlihatkan kebahagian mereka bersama teman, pacar ataupun keluarganya.

      Jam ditanganku menunjukkan pukul 15.00 sore saat aku tiba ditempat kerjaku sebulan terakhir ini. Café Tawa Penuh Canda “Disinilah tempat anda makan, bersantai dan tertawa sepuasnya”, begitulah motto Café tempatku bekerja. Didepan pintu masuk tertulis, “Pertunjukkan Tawa malam ini : Pukul 19.00” itulah pekerjaanku.

      Dua jam sebelum tampil, aku diberi sebuah amplop berwarna putih oleh manajer Café. Amplop yang berisi setengah gajiku hari ini. Memang seperti itu peraturan disini, setengah lagi dari gajiku dibayar penuh saat pertunjukkan selesai. Gajiku akan dibayar penuh atau syukur-syukur diberi bonus apabila mayoritas pengunjung Café berhasil kubuat tertawa. Amplop itu kumasukkan kedalam tas yang daritadi aku bawa dari rumah. Lalu kukeluarkan perlengkapan make-up dan kostum pertunjukkan untuk hari ini. Setelah satu jam merias diri, aku sudah tidak terlihat seperti pria berantakan yang penuh kesedihan seperti saat masuk kedalam Café ini pada pukul 15.00. Dicermin yang berada dihadapanku, kini terdapat sesosok badut lengkap dengan hidung merah dan perut buncitnya yang terlihat begitu lucu dan menggemaskan.

     Waktu di jam dinding Café menunjukkan pukul 18.30, setengah jam sebelum pertunjukkan dimulai. Aku mencoba untuk melihat dari balik layar panggung, sudah berapa banyak pengunjung yang hadir saat ini. Nampaknya hari ini pengunjung cukup ramai, terlihat ada keluarga yang membawa anaknya dan beberapa lainnya adalah perkumpulan orang kantoran yang sepertinya sedang beristirahat sepulang kerja. Seperti biasa, walaupun sudah sering tampil ditempat ini tetapi rasa grogi tetap hinggap disaat sebelum pertunjukkan dimulai.

     “daaaaan, Pertunjukkan Tawa dimulai!” terdengar suara Narator memberikan informasi kepada pengunjung yang segera dibalas dengan tepuk tangan dan siulan yang meriah. Malam itu aku mengeluarkan seluruh kemampuan candaku, hal-hal terkonyol kulakukan agar orang-orang dihadapanku ini tertawa dan berhasil melupakan semua masalahnya. Karena hanya dengan cara ini aku bisa bertahan hidup dan mendapatkan gaji secara penuh. Upah gaji yang nantinya kugunakana untuk mengirimkan uang kepada anakku yang tinggal bersama ibunya dikota seberang. Dan karena hanya dengan cara ini aku bisa membeli makan dan membayar uang bulanan rumah susun tempat aku tinggal sekarang.

     Pertunjukkan pun selesai, semua bertepuk tangan dan terlihat senyum bahagia diraut wajah mereka saat meninggalkan Café Tawa. Saat-saat setelah pertunjukkan selesai, aku sering berpikir.

      “Aku seorang badut penghibur yang diwajibkan untuk membuat orang lain bahagia dan tertawa melihat tingkahku yang konyol. Mereka hanya tahu betapa lucu dan menggemaskannya aku ini diatas panggung. Saat mereka pulang, mereka mendapatkan apa yang mereka cari. Mereka mendapatkan kepuasan untuk bersantai dan menertawaiku sepuasnya. Mereka bisa tertidur dengan nyenyak dan berhasil melupakan sejenak masalah yang mereka hadapi”

       Tapi yang mereka tidak ketahui adalah ”Disaat make-up ini aku hapus dan kostum ini aku lepas, Aku hanya seorang pria yang hidup dibawah penderitaan dan cobaan yang begitu berat. Aku berjuang membuat mereka tertawa disaat aku seharusnya menangis menghadapi beratnya cobaan. Aku hanya seorang pria yang hidup dalam panggung sandiwara, hidup dalam kepura-puraan. Aku hanya memberikan sandiwara tentang kebahagiaan dan mereka tertawa”

       Kini, Café Tawa Penuh Canda telah sepi. Aku duduk dikursi bar yang kosong, sendiri. Waktu di jam dinding telah menunjukkan pukul 23.30.

         “Pak, saya pesan seperti yang biasa. Tolong buatkan double untuk malam ini”

Kukuh Prakoso, ditulis 14 Februari 2013

Ekspedisi Gunung Gede

IMG_0098

Pengalaman Pertama Naik Gunung – Salah satu cita-cita yg pingin gw rasain sebelum umur nginjek 30 tahun. Udah dari awal masuk kuliah sebenernya gw pingin naik tapi belum pernah ada kesempatan. Sampe suatu hari diajakin sama anak-anak jurusan (tepatnya adik tingkat) buat ikutan ngerasain enaknya naik ke Gunung Gede. Total ada 15 orang yang ikut ke Gede, 2 perempuan 13 laki-laki, 6 orang diantaranya adalah anak mahasiswa pecinta alam yang emang sengaja diajak buat nunjukin jalan dan sharing pengalaman mereka ke kita (takut-takut pas dijalan ada apa-apa)

Pertama kali yang harus diurus sebelum kita naik ke Gede adalah perizinan dari petugas lapang. Kita diwajibin buat bayar uang masuk sebesar Rp 7.000 dan data lengkap tentang anggota keseluruhan tim. Semua perizinan dan tranportasi diurus sama adik tingkat gw, gw cuma disuruh buat patungan Rp 25.000 udah termasuk tranport dan makan selama di Gunung nanti. Akhirnya, hari yang kita tunggu dateng juga, kita sengaja nentuin waktu sore buat naik agar pas sampe di Puncak Gunung Gede tepat saat matahari terbit.

Perjalanan ke Atas

Pukul 22.00 wib, waktu yang ditunjukin jam tangan. Akhirnya setelah semua persyaratan dan perizinan lengkap kita bisa naik juga. Setengah jam pertama badan gw belum ngerasain apa-apa, tapi pas udah mau jam 23.00 wib tiba-tiba gw ngerasa lemes banget. Kelompok harus bolak-balik berhenti nungguin gw buat istirahat, lanjut jalan lagi dan berhenti lagi. Setelah sampe di Pos Dua sekitar jam 00.30 wib akhirnya gw ketemu sama kelompok satu yang tadi naik duluan, di pos itu ternyata kita mutusin buat istirahat tidur dan bikin tenda, karena banyak dari kita yang udah kecapean.

100_8255100_8254Pos tempat istirahat malam

Pukul 08.00 wib, Hari Kedua : abis sarapan dan ngerapihin tenda, kita lanjut jalan lagi ke Surya Kencana sebelum akhirnya sampai di Puncak Gede. Gw kira dengan berangkat pagi badan ini bisa lebih bersahabat dan semakin macho. Tapi ternyata setelah satu jam nanjak, gw malah nemuin track yang lebih berat dari semalem. Akhirnya gw mutusin buat ditinggal dibelakang sendirian karena ga enak selalu ditungguin yang lain. Sekitar 2 jam gw nanjak sendirian dan tiba-tiba ada seseorang yang menunggu kehadiran gw~ hahaa (Backsound : finally, we meet again). Ryan ternyata nungguin, katanya dia takut gw bakal gelinding kebawah kalo nanjak sendirian. Dan setelah nanjak sampe jam 14.00 wib akhirnya kita sampe di Hamparan Edelweiss, Surya Kencana~

Hamparan Surya Kencana

100_1270 100_1279Selamat Datang di Hamparan Surya Kencana

Tempat ini emang ga ada duanya, walau belum sampe puncak tapi ada perasaan puas tersendiri saat kita sampe disini. Padang sabana yang luas, mata air yang jernih dan dikelilingin bunga Edelweiss dimana-mana. Surya Kencana adalah tempat favorit buat semua pendaki saat berada di Gunung Gede untuk membuat tenda kemah, istirahat dan bermalam. Rencana kami sebenarnya adalah istirahat sebentar membuat tenda lalu lanjut ke puncak. Tapi kayaknya alam kurang sependapat, tiba-tiba hujan turun dan angin kencang disekitar Surya Kencana. Kata petugas kita harus ditenda dulu dan dilarang ke puncak sampe kondisi normal lagi. Badai di Surya Kencana saat itu ternyata ga sebentar, tapi sampe malam. Akhirnya rencana kita harus diubah yang tadinya cuma 2 hari 1 malam di Gunung Gede tapi jadi 3 hari 2 malam.

IMG_0054 100_1302 100_1290Tenda tempat bermalam di Surya Kencana

Pengalaman bermalam di tenda kemah juga ga bisa dilupain, kita bakal ngelupain jarak umur, status dikampus dan semuanya. Ditengah badai di Surya Kencana, makan masakan sederhana berasa enak banget, kita jadi ngerasa lebih dekat satu sama lain walau beberapa dari kita baru pertama kali ketemu.

100_1299 100_1272 100_1301Tim Pendakian Gunung Gede (Agribisnis IPB 46 dan 47)

Tips buat yang baru pertama kali naik gunung (berdasarkan pengalaman pertama gw naik gunung)
1. Jangan begadang sehari sebelum naik! (kalo ga mau napas kempot plus mata jadi berat pas lagi nanjak)
2. Usahain buat joging atau olahraga lari-lari santai minimal seminggu sebelum lu naik (wajib banget buat orang yang jarang atau ga pernah olahraga kayak gw,haha)
3. Ngajak orang yang udah pengalaman buat ikut naik itu disaranin banget, karena kita ga pernah tau apa yang bakal kita temuin atau terjadi di atas sana
4. Ada orang yang bilang nanjak itu lebih berat daripada pas turun, kalo menurut gw turun yang lebih bahaya. Karena kadang kita kelewat sotoy dan ngeremehin, kita gas pol pas turun sambil loncat dan lari-larian. Dan tiba-tiba kaki kita protes : bisa keram, terkilir sampe salah napak (ini pengalaman gw pas turun, kaki gw terkilir gara-gara loncat-loncatan, alhasil malah ngerepotin tim gw sendiri)

Dokumentasi dan semua foto-foto hasil jepretan dari Ryan Hadiwijaya http://ryanhadiwijayaa.wordpress.com/

Lintang!!

Kadang lagu yang kita denger diwaktu, tempat dan suasana yang pas berkesan lebih dalam dan lebih mengena. Beberapa hari terakhir ini gw sering banget dengerin lagu LINTANG dari Netral disaat lagi ngerjain skripsi. Lirik, semangat dan irama musik khas Netral bikin semangat jadi tiga kali lipat dari biasanya.

Netral – Lintang Official Video

Lintang, anak kecil yang tinggal dipedalaman, hidup penuh keterbatasan. Tapi semangatnya dalam menuntut ilmu dan mengejar cita-cita tipikal anak rantau yang kuat, pantang menyerah dan tak kenal takut ada di diri bocah kecil ini. Berjuang untuk mengubah garis takdir dimasa kecilnya, bermimpi untuk hidup lebih baik dimasa depan demi adik dan keluarganya.

lintang 2 se_laskar_pelangi_02 Laskar Pelangi-Still Photos (40)

Lirik Lagu LINTANG dari Band Netral

Lintang!
Bujang kecil berkulit hitam mengayuh kebut sepedanya
Lompat, sepuluh kilo setiap hari demi sekolah yang tercinta

Lintang!
Harta karun terpendam jenius kebanggaan kelas kita
Segera, raihlah ilmu segala pelajaran  yang penting gampang dicerna

Kau mutiara
Cahya pelita
Bintang kejora kami

Lintang~
Lintang…!!